Kategori: Lampung

  • DPRD Lampung Umumkan Capaian WTP ke-11, Bukti Konsistensi Tata Kelola Keuangan Daerah

    LAMPUNG – DPRD Provinsi Lampung secara resmi mengumumkan capaian prestisius Pemprov Lampung yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut. Pengumuman ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD yang digelar di Gedung DPRD Provinsi Lampung, Jumat (23/5/2025), bersamaan dengan agenda penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2024.

    Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Lampung dan turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala OPD, serta perwakilan instansi vertikal dan organisasi kemasyarakatan.

    Ketua DPRD menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Provinsi atas pencapaian tersebut dan menegaskan bahwa opini WTP merupakan simbol kepercayaan publik terhadap integritas dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

    Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Lampung Mirza menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja sama dan dedikasi seluruh pihak yang telah mendukung tercapainya opini tertinggi dari BPK RI ini.

    “Capaian WTP ini adalah amanah yang harus terus dijaga dan ditingkatkan. Kami tidak ingin hanya berhenti pada angka, tapi juga menjadikan ini sebagai semangat untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik dan transparan,” kata Gubernur Mirza.

    Wakil Ketua BPK RI, Budi Prijono, yang turut hadir dalam rapat, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung. Ia menilai konsistensi Pemprov Lampung dalam meraih WTP merupakan wujud nyata dari komitmen terhadap prinsip good governance.

    “Keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 11 tahun berturut-turut menjadi bukti keseriusan Pemprov Lampung dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan negara,” ujar Budi.

    Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu provinsi dengan tata kelola pemerintahan terbaik di Indonesia. DPRD berharap prestasi ini menjadi momentum untuk terus mendorong kinerja birokrasi yang lebih efisien, responsif, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.

  • Efril Hadi Dorong Pembuatan Irigasi, Penambahan Tiang PLN dan Pembuatan Jembatan

    Metro | Pembuatan irigasi, penambahan tiang PLN dan permintaan pembuatan jembatan dari RW 07 Purwosari yang tembus ke Karangrejo menjadi aspirasi utama yang di usulkan masyarakat.

    Aspirasi masyarakat tersebut disampaikan langsung kepada Anggota komisi II DPRD Kota Metro Efril Hadi, saat kegiatan Reses masa sidang ll, di rumah bapak Andi Kurniawan, RT 39, RW 07, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Metro Utara, Rabu, (21/05/2025).

    “Seperti yang kita saksikan bersama ada beberapa masukan dari masyarakat salah satunya terkait irigasi, tetapi memang ada beberapa atau satu titik yang memang harus diprioritaskan di jalan kucing RT 39 insyaallah akan kita kawal secara bersama-sama agar dapat direalisasikan,” ucap Efril.

    Selain itu, ada usulan masyarakat meminta adanya jalan tembus dari RW 7 Purwosari ke Karangrejo, permasalahannya sekarang karena menyeberangi kali Bunut.

    “Untuk itu kita akan berkoordinasi dengan pihak balai pengairan, karena kan belum tentu kita mengusulkan ke balai akan disetujui, terkait dengan jembatan yang harus kita bangun, maka dari itu kita akan mempelajari secara bersamaan-sama,” ujar Efril.

    Efril menambahkan, dalam reses kali ini juga ada usulan terkait penambahan tiang PLN, untuk itu ia akan berkoordinasi dan mendorong pihak PLN agar hal tersebut juga dapat segera terealisasi.

    “Tiang PLN di Metro Utara masih terdata sebagai SKS, tiang yang diusulkan akan dipasang dan berkoordinasi dengan pihak PLN juga terkait pengusulan penambahan lampu/ PJU berkaitan dengan ada nya tiang itu sendiri,” jelas Efril.

    “Intinya saya siap bersama masyarakat, namanya kita berupaya, seperti terkait PLN, kita akan mengusulkan ke PLN untuk pengadaan tiang jalan yang menurut masyarakat sudah layak. Makanya tadi kita mendorong kepada lurahnya atau pamong untuk memberikan usulan yang betul-betul dari masyarakat, kita bersama masyarakat akan tetap mendorong,” tutup Efril. |(Rio).

  • Lek Dar : Targetnya Kita Memenuhi Keinginan Masyarakat Yang Memang Real dan Tersurvey

    Metro | Serap aspirasi masyarakat, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro, fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Daerah Pemilihan (Dapil II ) Metro Utara, Sudarsono, menggelar reses ke dua tahun 2025, berlangsung di Kediamannya, Jalan Atmo Sentono, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Metro Utara, Rabu (21/5/2025).

    Sudarsono mengatakan, dalam kesempatan tersebut pihaknya menggelar reses guna menampung aspirasi dari masyarakat khususnya di Kecamatan Metro Utara.

    “Dalam reses kali ini, targetnya adalah kita memenuhi keinginan masyarakat yang memang real, dan memang tersurvey. Dan memang wajar mereka masyarakat membela keadilan terkait masalah jalan WR Supratman yang sudah ada korban meninggal, bahkan dari lebaran ada 13 kasus kecelakaan,” kata Sudarsono.

    Selain itu, demi memberikan kenyamanan masyarakat saat melintas ruas jalan di Karangrejo Metro Utara, Sudarsono menghibahkan gajinya satu bulan untuk memperbaiki jalan tersebut.

    “Kemarin sudah saya servis dengan kemampuan saya. Karena ada yang meninggal. Ini kami nanti di bulan delapan, gaji saya sebulan saya hibahkan untuk dandanin jalan dari perbatasan bedeng 22 sampai ke sini (Karangrejo, Metro Utara),” ujar Lek Dar, sapaan akrab Sudarsono.

    Selain itu, terkait dengan sampah, dirinya juga pernah Operasi Tangkap Tangan (OTT) warga di luar Kota Metro yang membuang sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Karangrejo, Metro Utara.

    “Saya sempat OTT waktu itu. Mereka dari luar Metro, malah masuk ke Metro. Ini berarti kan gak benar. Ke depannya harus ada semacam pencerahan, Walikota baru ini harus berani melaksanakan apa yang di Visi kan nya. Tapi kalau tidak ada perubahan, masih seperti ini, akan jadi mimpi,” ujar Darsono.

    Dalam reses tersebut, masyarakat di Karangrejo, Metro Utara meminta Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) dapat di swastakan.

    “Sekarang gini, rumah sakit itu BLUD. Berapa sih keuntungannya, berapa sih pemasukan PAD Kota Metro, berapa sih primer dia, desain bisnis dia seperti apa, enggak ada. Kalau swasta kan, kami kecil-kecilan aja, nyatanya untung,” ungkap Darsono.

    “Jadi, masyarakat meminta kepada pemerintah Kota Metro, supaya BLUD dan TPAS di Karangrejo dapat diswastakan,” pungkas Lek Dar. | (Rio).

  • Reses Dapil Metro Utara, Pembuatan Perda Indekos dan Penanganan Sampah Jadi Aspirasi Utama

    Metro | Pembuatan Perda indekos dan Penanganan masalah sampah menjadi aspirasi utama yang disampaikan masyarakat Kelurahan Banjarsari Kecamatan Metro Utara, Kota Metro.

    Aspirasi tersebut disampaikan masyarakat langsung kepada Wakil Ketua l DPRD Kota Metro Ahmad Khuseini, saat kegiatan Reses daerah Pemilihan (Dapil) Metro Utara.

    Acara yang berlangsung di kediamannya jalan Pattimura, gang Ambon, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Selasa Malam (20/05/2025).

    “Berkaitan dengan sampah, tadi juga sudah saya sampaikan kepada eksekutif beberapa kali persoalan ini muncul, bagaimana tahun 2025 ini bisa selesai berapapun biaya yang memang itu menjadi kebutuhan dalam rangka untuk mengatasi persampahan,” ungkap Khuseini.

    “Kemarin salah satu kendalanya dalam penanganan sampah armadanya kurang, kemudian alat berat yang memang untuk meratakan yang ada di lapangan atau di lokasi memang terbatas bahkan ada yang rusak,” ucap Khuseini .

    “Berbicara pendampingan mau tidak mau karena menjadi persoalan, saya pikir harus menjadi fokus, pemerintah daerah harus fokus melalui dinas terkait supaya persoalan ini segera diatasi dan tuntas,” jelas Khuseni.

    Ahmad Khuseini menambahkan, kalau berbicara kos-kosan atau rumah kontrakan sangat setuju bagaimana bisa dibentuk Peraturan Daerah (Perda).

    “Jika ada peraturan daerah yang berkenaan dengan kos-kosan tentu ini akan membuat Metro lebih baik,” imbuhnya.

    Ahmad Khuseini juga menjelaskan, baik pemilik kos dan penghuni kos ada aturan agar lebih tertib lagi dalam pendataan warga, nanti akan disampaikan kepada DPRD supaya menjadi Perda.

    Selain itu, terkait efisiensi anggaran sudah berbicara dengan eksekutif seperti apa efisiensi yang sudah dilakukan oleh mereka.

    “Mereka sudah berkoordinasi dengan seluruh OPD dan di komunikasikan DPRD, saat ini dalam tahap finishing, dalam waktu dekat ini bisa selesai dan berjalan kemudian draf di kirimkan ke gubernur,” pungkas Khuseini. |(Rio).

  • Unila Gelar Sosialisasi Pengumpulan Data Tracer Study 2025

    Acara dibuka dengan sambutan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sunyono, M.Si. Turut hadir Kepala UPA PKK Unila, Dr. Usep Syaipudin, S.E., M.S.Ak., para Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, serta tim pengelola UPA PKK Unila.

    Berdasarkan informasi dan laporan, capaian indikator kinerja utama (IKU)-1 Unila dapat mencapai hasil membanggakan, yaitu mencapai 93% pada tahun 2024. Capaian ini tidak terlepas dari peran aktif para ketua program studi (kaprodi) dalam mendukung pelaksanaan tracer study di masing-masing prodi.

    “Prodi merupakan satuan kerja pendidik yang paling dekat dengan mahasiswa karena itu diharapkan kerja sama antara program studi fakultas dan UPA PKK ini bisa terjalin sinergi dan kolaborasi sehingga data tracer study semakin baik,” ujar Prof. Sunyono.

    Wakil Rektor juga menyampaikan, IKU-1 hingga IKU-8 akan tetap dipertahankan. Namun diperlukan perbaikan secara substansial, terutama dalam hal penguatan proses pembelajaran di tingkat program studi. Hal ini sebagai bentuk berkomitmen, demi mewujudkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global dan mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat.

    “Pada tahun 2026, Unila diharapkan dapat lebih optimal dalam mendeteksi potensi mahasiswa. Melalui berbagai program seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas), sehingga Unila mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” ujarnya.

    Melalui sosialisasi diharapkan seluruh pihak, khususnya program studi di lingkungan Unila, dapat semakin aktif dan sinergis dalam mendukung pelaksanaan tracer study di tahun-tahun berikutnya.

  • Sinergi Membangun Sai Bumi: FISIP Unila Intensifkan Sosialisasi dan Promosi Program Unggulan di Kabupaten Tulang Bawang, Jajaki Potensi Lokal

    Tulang Bawang – Semangat kolaborasi dan harapan akan kemajuan daerah kian membuncah seiring dengan tindak lanjut konkret dari nota kesepahaman (MoU) antara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang. Beberapa waktu berselang sejak penandatanganan bersejarah tersebut, FISIP Unila menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan sinergi positif ini melalui program sosialisasi dan promosi yang hangat dan konstruktif.

    Delegasi FISIP Unila, yang dipimpin langsung oleh Dekan FISIP Unila, Prof. Anna Gustina Zainal, M.Si, bersama Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Noverman Duadji, M.Si, serta para Ketua Program Studi (Kaprodi) unggulan: Dr. Barthoven Vivit Nurdin, M.A. (Kaprodi S3 Studi Pembangunan), Prof.Dr. Feni Rosalia, M.Si (Kaprodi MIP), Dr. Tina Kartika, M.Si (Kaprodi MIKOM), dan Dr. Suripto, M.Si (Kaprodi MIA), hadir di Kabupaten Tulang Bawang dengan membawa misi mulia.

    Tujuan utama mereka adalah untuk melaksanakan program sosialisasi dan promosi program-program studi pascasarjana, khususnya program doktor dan magister, serta menjajaki berbagai peluang kolaborasi yang lebih luas demi kemajuan bersama.

    Kedatangan tim FISIP Unila disambut dengan penuh kehangatan dan antusiasme di ruang dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tulang Bawang, Ir. Ferli Yuledi.,SP.,MM.,MT., yang juga pernah mengemban amanah sebagai Penjabat (Pj) Bupati Tulang Bawang.

    Dalam sambutan pembukanya, Sekda menyampaikan kata-kata yang menyentuh dan penuh harapan. Beliau menegaskan bahwa kehadiran FISIP Unila bukanlah sekadar kunjungan tamu, melainkan sebuah perjalanan “mulang tiuh” – kembali ke kampung halaman –sebagai keluarga istimewa yang sangat peduli pada kampung halamannya.

    Beliau mengajak untuk melihat secara langsung perkembangan yang telah diraih Kabupaten Tulang Bawang, berbagi pandangan mengenai program-program prioritas untuk mengakselerasi pembangunan daerah, serta mengidentifikasi potensi-potensi kolaborasi yang dapat memberikan manfaat timbal balik yang signifikan.

    “Kehadiran FISIP Unila harus kita sikapi dengan semangat untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menyongsong tantangan dan peluang di masa depan,” ujar Sekda dengan penuh keyakinan di hadapan jajaran Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), pimpinan pratama, dan administrator Kabupaten Tulang Bawang.

    Beliau mengungkapkan antusiasme dan komitmennya yang tinggi terhadap kerjasama ini, mengingat Unila adalah almamater tercintanya dan saat ini pun beliau masih aktif sebagai mahasiswa Program Doktor Studi Pembangunan di FISIP Unila. Sebuah komitmen terangkai bak Ikon Tuba “Udang Manis” terucap, bahwa Pemkab Tulang Bawang akan segera mengimplementasikan kegiatan kerjasama dengan FISIP Unila, dengan memprioritaskan pengiriman personel terbaik dari SKPD, staf ahli, pimpinan pratama, dan administrator untuk melanjutkan studi lanjut di program magister dan doktor pada tahun 2025 ini.

    Sebagai bagian dari kunjungan yang berkesan ini, tim FISIP Unila juga diajak untuk menelusuri jejak peradaban dan potensi lokal Kabupaten Tulang Bawang. Mereka berkesempatan mengunjungi obyek wisata Cakat Raya, sebuah situs yang menyimpan kekayaan sejarah kerajaan dan menjadi tonggak peradaban Tulang Bawang. Selain itu, rombongan juga diajak melihat Tangga Langit, sebuah destinasi unik dengan pemandangan yang memukau, serta berinteraksi langsung dengan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat, yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Program sosialisasi dan promosi ini menjadi semakin bermakna dengan melihat langsung potensi dan kearifan lokal yang dimiliki Kabupaten Tulang Bawang.

    Menanggapi sambutan hangat dan komitmen yang luar biasa tersebut, Dekan FISIP Unila, Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, M.Si, menyampaikan apresiasi yang mendalam. Beliau menyambut baik itikad tulus dari Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dan menegaskan visi besar FISIP Unila untuk menjadi “Menara Air” dan “Katalisator” pembangunan bagi seluruh pemangku kepentingan, khususnya pemerintah daerah. Prof. Anna juga menyampaikan berbagai terobosan yang telah dilakukan FISIP Unila dalam mendukung misi nyata ini, termasuk perbaikan sistem, peningkatan kualitas, dan penyederhanaan rantai birokrasi dalam penyelenggaraan kegiatan akademik dan kerjasama.

    Lebih lanjut, Dekan FISIP Unila menyampaikan kabar gembira mengenai partisipasi FISIP Unila dalam program summer school dan konferensi internasional di Brijuni dan Vern University, Kroasia, pada bulan Juli-Agustus 2025 mendatang. Kabar ini disambut dengan antusias oleh Pemkab Tulang Bawang, terutama bagi para mahasiswa asal kabupaten ini yang memiliki kesempatan emas untuk memperluas wawasan dan jejaring di kancah internasional.
    Pertemuan yang penuh keakraban dan ide-ide konstruktif ini, ditambah dengan kunjungan ke berbagai potensi daerah serta pelaksanaan program sosialisasi dan promosi, semakin mengukuhkan keyakinan bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam mengakselerasi kemajuan daerah. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, seperti yang terjalin antara FISIP Unila dan Kabupaten Tulang Bawang, adalah fondasi yang kokoh untuk membangun masa depan yang lebih cerah dan sejahtera bagi masyarakat. Dengan semangat “mulang tiuh” dan komitmen yang kuat, harapan akan kemajuan FISIP Unila dan Kabupaten Tulang Bawang kini semakin nyata dan membentang luas di hadapan.

  • Gubernur Lampung: Saya Berjuang untuk Petani, Mari Dialog Secara Baik

    LAMPUNG –  Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (Mirza) menyesalkan aksi unjuk rasa petani singkong yang menolak ajakan dialog langsung dan difasilitasi  Pemerintah Provinsi (Pemprov). Dalam keterangannya, Gubernur Mirza menegaskan komitmennya  memperjuangkan nasib petani.

    Namun Gubernur mengingatkan bahwa solusinya harus dilakukan melalui dialog yang sehat dan bertanggung jawab. “Saya setengah mati memperjuangkan petani, jangan bilang saya tidak bisa membela rakyat,” ujar Mirza, menanggapi aksi unjuk rasa petani singkong di depan Kantor DPRD Provinsi Lampung, Senin (5/5/2025).

    Dia mengatakan tanpa ada demo pun, pihaknya setiap hari terus bergerak memperjuangkan agar harga singkong di Lampung sesuai kesepakatan di Jakarta pada 31 Januari 2025 yakni Rp1.350/kg dengan potongan maksimal 15% Gubernur mencontohkan, pada Selasa (29/4/2025), Pemprov Lampung bersama Pansus Tata Niaga Singkong DPRD Provinsi Lampung menggelar rapat dengan lima kementerian dan mengusulkan untuk menetapkan standar harga, kadar aci, dan potongan berlaku nasional.

    Tujuannya, agar produksi tepung tapioka Lampung dapat bersaing di pasar nasional, sehingga pabrik dapat membeli singkong petani sesuai kesepakatan.  Usulan itu disampaikan karena, penetapan harga, kadar aci, dan potongan merupakan kewenangan pusat.

    “Tidak semua keputusan harga singkong ini ada di provinsi. Terkait keseragaman harga, kadar aci. dan potongan yang berlaku nasional, itu kewenangan pusat. Kami sudah berulang kali mendesak pusat menetapkannya segera,” kata Mirza.

    Terkait unjuk rasa ini, Gubernur mengaku kecewa karena para petani menolak ajakan berdiskusi di dalam ruangan yang disediakan. “Saya hanya ingin diskusi dalam ruang yang nyaman, supaya semua jelas. Tapi kenapa hari ini tidak mau diajak diskusi?” ujarnya.

    Dia menyebutkan bahwa selama ini Pemprov rutin berdiskusi membahas isu tata niaga singkong. Ia juga mengindikasikan ada pihak luar yang mencoba memprovokasi dan menunggangi aksi para petani

    “Harga itu harus dibentuk dengan keikhlasan kedua belah pihak. Kalau tidak, bisa zalim. Pemerintah tidak memaksakan, tapi melihat kondisi di provinsi lain dan luar negeri supaya hasilnya baik buat semua,” tegas Mirza.

    Gubernur mengingatkan bahwa setiap aksi memiliki implikasi. “Kalau pabrik tutup, siapa yang mau beli singkong petani? Karena itu, semua harus dilakukan seimbang. Saya buka ruang diskusi, mari kita gunakan itu dengan baik,” kata Gubernur.

    Pada kesempatan itu, Gubernur Mirza juga mengungkapkan kebijakan prorakyat seperti pemulangan 23 ribu ijazah yang tertahan karena tunggakan biaya sekolah, yang mayoritas berasal dari anak-anak petani. “Mereka menunggak, saya kembalikan ijazahnya supaya bisa sekolah dan bekerja. Itu nilainya 3 sampai 6 juta per anak,” ungkapnya.

    Di bidang pertanian, Gubernur juga menyoroti perjuangannya untuk menambah kuota serapan gabah oleh Bulog. “Awalnya hanya 20 persen. Saya minta tambahan untuk 100 ribu hektare dan 40 ribu petani agar hasil panen mereka diserap semua. Apalagi saat pengusaha enggan membeli dengan harga Rp6.500 per kilogram,” jelasnya.

    Gubernur juga menyinggung program pemutihan tunggakan pajak kendaraan bermotor 2 juta warga, termasuk petani. Ia menegaskan bahwa banyak kewenangan yang kini berada di tangan pemerintah pusat. Namun dirinya tetap berupaya menjembatani kebutuhan masyarakat.

    “Jangan bilang Gubernur tidak mendukung petani singkong. Keluarga saya juga terdampak karena harga singkong ini,” kata Gubernur Mirza. (Red)

  • Himpunan Mahasiswa Biologi Unila Gelar Kominhum Offers Creativity And Insight (KOCI) 2025

    Lampung – Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMBIO) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung telah sukses menyelenggarakan program kerjanya yaitu Kominhum Offers Creativity and Insight (KOCI) 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 03 Mei 2025, bertempat di Gedung Ilmu Komputer FMIPA Universitas Lampung yang dihadiri oleh pengurus HIMBIO FMIPA Unila.

    Dengan mengusung tema “Mengembangkan Kemampuan Kreasi Visual Pengurus HIMBIO FMIPA Unila melalui Fotografi dan Videografi serta Public Speaking sebagai Media Komunikasi yang Efektif”, acara ini bertujuan untuk mengasah kemampuan fotografi dan videografi pengurus HIMBIO melalui pelatihan fotografi dan videografi serta meningkatkan keterampilan komunikasi pengurus HIMBIO melalui pelatihan public speaking.

    Kegiatan ini disambut oleh Ketua Pelaksana KOCI 2025, Muhammad Fajar Ramadhani; Ketua HIMBIO 2025, Kanda Muhammad Ikhsan; Ketua Jurusan Biologi FMIPA Unila, Bapak Dr. Jani Master, S.Si., M.Si.; serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA Unila, Bapak Dr. Junaidi, S.Si., M.Sc., yang sekaligus membuka kegiatan ini secara resmi. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan sponsor dari Rias Digital Printing dan Calysta Gallery.

    Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA Unila, Bapak Dr. Junaidi, S.Si., memberikan sambutannya bahwa “Public speaking, fotografi dan videografi ini penting dalam dunia kerja dan bisa menjadi peluang usaha, dan harapannya kegiatan seperti ini sasarannya tidak hanya mahasiswa HIMBIO saja tetapi juga dapat mengajak seluruh mahasiswa FMIPA Universitas Lampung

    Materi pertama disampaikan oleh Duta Genre Jakarta Selatan 2023, Kanda Farid Al Mufid, yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Jurusan Hukum Universitas Lampung. Ia membawakan materi tentang teknik dasar dan prinsip etika dalam public speaking, serta strategi membangun kepercayaan diri agar mampu menarik perhatian audiens saat berbicara di depan umum.

    Materi kedua disampaikan oleh Lucky Musafik, Founder 47th Creative sekaligus Kepala Divisi Kreatif Sindikasi Media UIN Raden Intan Lampung. Ia menyampaikan dasar- dasar fotografi dan videografi, termasuk konsep exposure triangle, teknik pengambilan gambar yang baik, serta prinsip estetika visual.

    Melalui kegiatan Kominhum Offers Creativity and Insight (KOCI) 2025, pengurus HIMBIO FMIPA Unila diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi secara efektif melalui public speaking, serta mengasah keterampilan visual dalam bidang fotografi dan videografi. [Rilis]

  • Diskusi HARVEST Unila Menjawab Kesenjangan Pengetahuan Pertanian Berkelanjutan dan Lingkungan di Perguruan Tinggi

    Lampung – Universitas Lampung (Unila) melalui Proyek HARVEST (Higher Education Leadership on Agricultural and Food Rights for Environmental Sustainability) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sustainable Agriculture and Innovative Teaching Method” pada Jumat, 2 Mei 2025, pukul 08.30–11.30 WIB bertempat di Gedung H (Food Court) Lantai 2, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai sektor, seperti UPTD Balai Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan (BPMKP) Provinsi Lampung, sektor industri, komunitas seperti Aliansi Petani Organik Lampung (APOL), NGO Mitra Bentala, Wonderfarm, serta sejumlah akademisi dan mahasiswa dari Universitas Lampung dan Politeknik Negeri Lampung.

    FGD ini bertujuan untuk mendiskusikan hasil survei sebelumnya dan menghimpun masukan dari para pemangku kepentingan di bidang pertanian, pangan, dan pendidikan tinggi. Diskusi difokuskan pada tantangan dan peluang sistem pertanian berkelanjutan, kesiapan lulusan perguruan tinggi menghadapi pasar kerja, serta pengembangan metode pengajaran inovatif yang relevan di Asia Tenggara dan Eropa. Sejumlah isu krusial mengemuka, Perwakilan APOL menyoroti bahwa tantangan utama dalam pertanian organik adalah pola pikir petani yang masih belum terbuka terhadap pembelajaran berkelanjutan. Wonderfarm menambahkan bahwa masih banyak petani yang tidak peduli terhadap dampak lingkungan dari praktik pertanian mereka, dan lebih berorientasi pada hasil. Sementara itu, Aliansi Organis Indonesia (AOI) menekankan pentingnya pembaruan indikator keberlanjutan agar tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga mencakup aspek lingkungan dan sosial. AOI juga menyatakan bahwa minimnya pemahaman lulusan terhadap prinsip keberlanjutan menjadi keluhan dari dunia kerja.

    Dari pihak pemerintah, disampaikan bahwa masih ditemukan kandungan pestisida dan logam berat dalam produk pertanian lokal. Pemerintah mendorong pelibatan generasi muda, termasuk mahasiswa, dalam pemantauan kualitas produk. Walaupun bantuan kepada petani telah diarahkan pada pupuk organik, mindset petani masih sulit diubah karena hasilnya tidak instan. Pemerintah juga menegaskan bahwa keberhasilan program pertanian organik membutuhkan kerja sama lintas sektor. Dari akademisi, Perwakilan dari Agronomi Unila menyampaikan bahwa meskipun terdapat mata kuliah terkait teknologi pertanian organik, fokus utama kurikulum masih berada pada aspek produktivitas. Polinela menambahkan bahwa mereka telah membuka program D2 Pertanian Organik dan mewajibkan sertifikasi pendamping ijazah, namun minimnya peminat masih menjadi tantangan. Perwakilan dari FISIP Unila mendorong agar pendekatan keberlanjutan disisipkan ke dalam kurikulum, terutama pada mata kuliah penciri, serta memperluas riset mengenai ketahanan pangan dan iklim dari perspektif hubungan internasional.

    Terkait kompetensi lulusan, FGD merumuskan tiga kompetensi utama yang dibutuhkan: pertama, pemahaman komprehensif mengenai praktik dan filosofi pertanian organik, tidak hanya teknis tetapi juga dampaknya pada kehidupan sosial (disampaikan oleh APOL dan Wonderfarm); kedua, penguasaan teknologi serta keterampilan pemetaan sosial sebelum mahasiswa terjun ke lapangan (Mitra Bentala); dan ketiga, pemahaman standar sosial, kemampuan komunikasi lintas pihak, serta sertifikasi profesional yang relevan untuk menunjang daya saing lulusan di dunia kerja (AOI, SRE, dan Ruang Pangan).

    Dalam aspek kolaborasi, seluruh peserta FGD menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan sektor industri. Polinela menekankan pentingnya kolaborasi sejak pendidikan vokasional, sementara Agronomi Unila mengusulkan co-sharing dalam proyek dan riset bersama. FISIP Unila menambahkan bahwa pengembangan modul pembelajaran dalam proyek HARVEST dapat memperkaya kurikulum berorientasi keberlanjutan lintas disiplin. Pemerintah pun telah menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan untuk kegiatan magang mahasiswa dan berharap kolaborasi tersebut dapat diperluas. “Harapannya, laporan FGD yang dibuat dari berbagai perspektif yang terhimpun ini dapat bermanfaat untuk semua stakeholders,” pungkas Indra Jaya Wiranata, Project Manager HARVEST Unila.

    Proyek HARVEST sendiri merupakan kolaborasi lintas negara yang bertujuan memperkuat peran pendidikan tinggi dalam mendukung sistem pertanian dan pangan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara dan Eropa. Hasil dari FGD ini akan digunakan untuk menyusun laporan Competence and Knowledge Gap sebagai dasar pengembangan micro-course yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan prioritas keberlanjutan kawasan.

  • Rektor Hadiri Pengukuhan 15 Guru Besar UIN Raden Intan Lampung

    Acara dibuka Ketua Senat UIN RIL Prof. Dr. Idham Kholid, M.Ag., yang turut dihadiri Wakil Gubernur Provinsi Lampung dr. Jihan Nurlela, M.M., Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. Dr. H. Rohmat Mulyana Sapdi, M.Pd., perwakilan rakyat daerah provinsi Lampung, serta para tamu undangan lainnya.

    Pengukuhan guru besar tidak hanya sekadar seremoni belaka, melainkan menjadi tonggak penting yang mencerminkan pencapaian tertinggi dalam karier akademik seorang dosen.

    Momen ini juga menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi keilmuan dan dedikasi dalam memajukan dunia pendidikan tinggi yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan, pembangunan, serta pengembangan sumber daya manusia di Provinsi Lampung.

    Daya juang para guru besar tersebut menjadi sumber inspirasi bagi para mahasiswa untuk senantiasa bersemangat dalam menuntut ilmu dan meraih cita-cita. Semangat tersebut juga mencerminkan tanggung jawab moral yang besar untuk terus berkontribusi dalam membentuk peradaban, guna mendorong kemajuan bangsa secara berkelanjutan.