Blog

  • DPRD Lampung Umumkan Capaian WTP ke-11, Bukti Konsistensi Tata Kelola Keuangan Daerah

    LAMPUNG – DPRD Provinsi Lampung secara resmi mengumumkan capaian prestisius Pemprov Lampung yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut. Pengumuman ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD yang digelar di Gedung DPRD Provinsi Lampung, Jumat (23/5/2025), bersamaan dengan agenda penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2024.

    Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Lampung dan turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala OPD, serta perwakilan instansi vertikal dan organisasi kemasyarakatan.

    Ketua DPRD menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Provinsi atas pencapaian tersebut dan menegaskan bahwa opini WTP merupakan simbol kepercayaan publik terhadap integritas dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

    Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Lampung Mirza menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja sama dan dedikasi seluruh pihak yang telah mendukung tercapainya opini tertinggi dari BPK RI ini.

    “Capaian WTP ini adalah amanah yang harus terus dijaga dan ditingkatkan. Kami tidak ingin hanya berhenti pada angka, tapi juga menjadikan ini sebagai semangat untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik dan transparan,” kata Gubernur Mirza.

    Wakil Ketua BPK RI, Budi Prijono, yang turut hadir dalam rapat, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung. Ia menilai konsistensi Pemprov Lampung dalam meraih WTP merupakan wujud nyata dari komitmen terhadap prinsip good governance.

    “Keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 11 tahun berturut-turut menjadi bukti keseriusan Pemprov Lampung dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan negara,” ujar Budi.

    Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu provinsi dengan tata kelola pemerintahan terbaik di Indonesia. DPRD berharap prestasi ini menjadi momentum untuk terus mendorong kinerja birokrasi yang lebih efisien, responsif, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.

  • *Warnai Pembukaan MTQ ke-51 Tingkat Kabupaten Merangin*

     

    Satukomando.Merangin.com – 22 Mei 2025. Semangat religius dan kebersamaan mewarnai malam pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-51 tingkat Kabupaten Merangin yang digelar megah di Desa Muara Kibul, Kecamatan Tabir Barat, Kamis malam (22/5/2025) pukul 21.00 WIB.

     

    Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Suyono, S.Sos, Diwakili oleh Letda Inf Indra Gunawan selaku Danpos Ramil Mandiangin dalam acara yang penuh hikmat tersebut. Kehadiran TNI menunjukkan komitmen Kodim 0420/Sarko dalam mendukung kegiatan keagamaan dan pembinaan mental spiritual masyarakat.

     

    Acara pembukaan MTQ ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Kabupaten Merangin, antara lain Bupati Merangin H.M Syukur, SH, MH, Wakil Bupati Drs. H.A. Khafid Moein, MM, Sekda Ir. Fajarman, M.Sc, serta kepala OPD, perwakilan Polres, para anggota DPRD dari Dapil Tabir Ulu dan Tabir Barat, kepala Kemenag, Ketua MUI, Ketua DMI, camat, kepala desa, dan para peserta khafilah dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Merangin.

     

    Dalam sambutannya, Bupati Merangin menyampaikan bahwa MTQ bukan sekadar lomba, tetapi juga wadah untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta mempererat ukhuwah Islamiyah antarwarga. Ia juga mengapresiasi keterlibatan seluruh elemen, termasuk TNI dan Polri, yang turut menyukseskan kegiatan ini.

     

    MTQ ke-51 ini akan berlangsung selama lima hari hingga 26 Mei 2025, dengan berbagai cabang lomba keagamaan diikuti oleh khafilah dari seluruh penjuru Kabupaten Merangin.

     

    Acara yang berakhir pukul 00.00 WIB ini berjalan dengan lancar dan aman, menjadi bukti suksesnya kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat.

     

    Semoga kegiatan ini membawa berkah dan memperkuat nilai-nilai keislaman di Bumi Tali Undang Tambang Teliti.(DA)

  • Bupati H M Syukur dan Rombongan Goro di Pasar Baru Bangko · Libatkan Anggota Dandim 0420 Sarko dan Polres Merangin

    Satukomando.Bangko.com-Bupati Merangin H M Syukur bersama anggota Kodim 0420/Sarko, Polres Merangin, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Merangin, Satpol PP dan Ormas FKPPI Merangin, melakukan gotong royong (Goro), Jumat (23/5).

    Titik goro difokuskan di kawasan Pasar Baru Bangko, terutama di Los Ayam, Ikan Daging. Ratusan peserta goro menyebar di berbagai penjuru pasar tradisional tersebut, membesihkan got-got yang mampet dan mengangkat sampah yang menumpuk.

    ‘’Alhamdulillah pagi yang cerah ini, kita besama-sama melakukan goro membersihkan kawasan Pasar Baru Bangko,’’ujar Bupati didampingi Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Suyono dan Asisten I Setda Merangin M Sayuti.

    Selain itu juga tanpak hadir memimpin dan ikut melakukan goro di Pasar Baru Bangko itu, Wakapolsek Bangko Ipda Ridwan, Kadis LH Merangin Syafrani, Kadis Perindag Merangin Dadang dan Camat Bangko Ny Anggie.

    Bupati berharap, mudah-mudahan goro tersebut bisa cepat membuat Pasar Baru Bangko kembali bersih, sehingga para pengunjung akan lebih nyaman belanja di pasar kebanggaan warga Kota Bangko tersebut.

    H M Syukur berterimakasih kepada semua pihak yang terlibat pada Goro pagi Jumat tersebut, sehingga got-got yang mampet di Los Ayam, Ikan Daging yang tadinya mampet, sekarang airnya sudah lancar.

    ‘’Minta ampun baunya got ini ketika mampet, kalau dibiarkan siapa yang akan betah berbelanja di pasar ini. Saya minta pedagang harus tahu itu, jaga betul kebesihan lingkungan pasarnya. Buang sampah pada tempatnya, jangan got,’’pinta Bupati.

    Jika pasar ini bersih lanjut bupati, pedagang juga yang mendapat manfaatnya, karena pengunjungnya jadi nyaman. Bila pengunjung merasa nyaman, tentu jumlahnya akan terus bertambah. (DA)

  • Gelaran Bergengsi Muli Mekhanai 2025, Momentum Perkuat Identitas Budaya Lampung

    LAMPUNG – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, membuka Grand Final Pemilihan Muli Mekhanai Provinsi Lampung Tahun 2025 di Graha Wangsa, Kamis (22/5/2025). Juga turut hadir Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, sebagai salah satu juri.

    Acara tahunan yang telah digelar sejak 1989 ini bertujuan mencetak generasi muda Lampung sebagai duta pariwisata yang berdedikasi, sekaligus mempromosikan potensi pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif Provinsi Lampung.

    Tahun ini, ajang bergengsi tersebut diikuti oleh 46 peserta, terdiri dari 24 Muli dan 22 Mekhanai, yang merupakan perwakilan dari 13 Kabupaten/Kota se-Lampung. Mereka telah melalui seleksi ketat di daerah masing-masing sebelum tampil di babak grand final.

    Wakil Gubernur Jihan Nurlela menekankan bahwa Pemilihan Muli Mekhanai bukan hanya soal tampil cantik atau tampan secara fisik saja, melainkan juga penilaian terhadap bakat, attitude, intelektual, karakter, serta kecintaan terhadap tanah kelahiran.

    Provinsi Lampung mempunyai potensi pariwisata yang luar biasa. Namun menurut Wagub, Provinsi Lampung masih dihadapkan dengan berbagai tantangan besar seperti persoalan infrastruktur pariwisata yang belum merata dan digitalisasi untuk keperluan promosi budaya.

    “Ini adalah tanggung jawab kita bersama bagaimana kita membuat pariwisata dan budaya Lampung menjadi sektor yang dapat mengungkit ekonomi,” kata Wagub.

    Wagub juga berpesan kepada seluruh finalis untuk tidak berhenti berkontribusi setelah malam puncak. Kepada pemenang Muli Mekhanai, Wagub mengajak agar terus mempromosikan pariwisata, budaya dan Kekayaan Lampung.

    “Untuk para pemenang, baru dimulai tugasnya menjadi duta pariwisata, menjadi dutanya Lampung untuk mempromosikan kekayaan lampung, untuk menjadi provinsi yang naik kelas dengan cara yang fresh anggun dan elegan,” pesan Wagub.

    Ia juga mengapresiasi peningkatan kualitas penyelenggaraan Muli Mekhanai dalam dua tahun terakhir, yang dinilai lebih profesional, memanfaatkan digitalisasi, serta melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan.

    Kedepan, Wagub berharap agar inovasi harus terus dipertahankan dengan melibatkan komunitas lokal dan generasi muda agar ajang Pemilihan Muli Mekhanai tetap relevan dan berkelanjutan.

    Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, turut menyampaikan pentingnya promosi kreatif untuk membawa Lampung ke panggung nasional bahkan internasional.

    “Kita harus membuat Lampung ‘naik permukaan’. Caranya sesederhana ngevlog, bikin sesuatu jadi viral, kita buzz, kita promosi. Intinya, kita promosikan pariwisata dan budaya lampung kita,” ujarnya.

    Zita juga mengingatkan pesan Presiden tentang pentingnya mengangkat kekuatan lokal melalui pariwisata.

    “Kita tidak bisa terus bergantung pada sumber daya bumi. Kita harus andalkan senyum, budaya, keramahan, dan juga tentu keindahan dan kekayaan alam kita,” tegasnya.

    Ia berpesan kepada para finalis Muli Mekhanai untuk terus aktif mempromosikan Lampung, khususnya sektor pariwisata, bersama pemerintah, masyarakat dan generasi muda Lampung.

    “Mari kita satukan langkah, pemerintah, masyarakat dan generasi muda. Kita buat pariwisata Lampung lebih menyala, lebih terang dan lebih bersinar dari provinsi-provinsi lainnya,” pungkasnya.

    Setelah melalui beberapa tahap penilaian, keluar sebagai Pemenang Muli Mekhanai Provinsi Lampung Tahun 2025, diraih oleh Muli asal Kota Bandar Lampung Marcheline Aurely dan Mekhanai asal Kabupaten Tulang Bawang Muhammad Adit Bintang Hartahta.

  • MTQ ke-51 Merangin Diawali Lepasan Pawai Takruf · Dilanjutkan Pelantikan Dewan Hakim, Baru Pembukaan

    Satukomando.Bangko.com-Pelaksanaan Musabaqoh Lilawatil Quran (MTQ) ke-51 tingkat Kabupaten Merangin di Desa Muara Kibul Kecamatan Tabir Barat, diawali pelepasan Pawai Takruf oleh Camat Tabir Barat Abdul Rahman, Kamis (22/5).

    Pelepasan Pawai Takruf itu dimulai dari garis Star di Pasar Rabu, lalu long march berjalan kaki menuju lokasih utama arena MTQ ke-51 di Desa Muara Kibul Kecamatan Tabir Barat.

    Pawai yang berlangsung meriah itu, diikuti sebanyak 1.124 orang Khafilah utusan dari 24 kecamatan dalam Kabupaten Merangin, menempuh jarak sekitar 1 Km dan mendapat sambutan luar bisa dari masyarakat.

    ‘’Alhamdulillah para Khafilah dari semua kecamatan mengikuti Pawai Takruf dalam rangka memeriahkan MTQ ke-51 tingkat Kabupaten Merangin tersebut,’’ujar Camat usai acara pelepasan.

    Selanjutnya Camat dan rombongan menuju panggung kehormatan, di arena utama MTQ. Tampak hadir Kabag Kesra Setda Merangin Ny Linda, para Camat se-Merangin, sebanyak 14 orang Kades se-Kecamatan Tabir Barat dan kepala SMKN 13 Merangin.

    Di panggung kehormatan tersebut, Camat melakukan penghormatan kepada para peserta Pawai Takruf, yang melakukan berbagai atraksi ketika melewati panggung kehormatan yang tingginya sekitar 80 Cm tersebut.

    Peserta terbanyak Pawai Takruf itu berasal dari Kecamatan Bangko dan Kecamatan Tabir Barat selaku tuan rumah. ‘’Terimakasih Pak Sekda pawai ini berlangsung meriah,’’ujar Camat Tabir Barat Abdul Rahman.

    Sementara itu, pada pukul 14.00 WIB dilakukan pelantikan Dewan Hakin MTQ ke-51 tingkat Kabupaten Merangin. Para Dewan Hakim inilah yang akan menentukan siapa yang bakal menjadi juara pada perhelatan akbar MTQ tingkat Merangin ini. (DA)

  • Diguyur Gerimis, Pembukaan MTQ ke-51 Merangin Spektakuler · Tampilnya Qori Kelas Dunia Salman Amrillah, Bikin Merinding

    Satukomando.Bangko.com-Meskipun diguyur gerimis yang tak kunjung berhenti, pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-51 tingkat Kabupaten Merangin, di Desa Kibul Kecamatan Tabir Barat berlangsung meriah dan spektakuler, Kamis malam (22/5).

    Pembukaan MTQ tersebut, dilakukan Bupati Merangin H M Syukur, didampingi Ketua TP PKK Hj Lativa Syukur, Wabup H A Khafid Moein, Wakil Ketua TP PKK Hj Emi Minarsih Khafid, Sekda Fajarman dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny Rizmila Fajarman.

    Menariknya pada pembukaan MTQ tersebut, tampilnya Qori kelas dunia yang pernah menjadi juara pertama pada MTQ di Iran 2019 Salman Amrillah. Hampir semua yang hadir merinding ketika santri Al-Falah Cicalengka itu melantunkan ayat Suci Al Quran.

    Dikatakan bupati dalam sambutannya, kehadiran Salman Amrillah mampu membius semua yang hadir dan ini sangat luar biasa. MTQ jelas bupati, bukan hanya sebuah kompetisi membaca Al Quran, tapi lebih dari itu. MTQ wahana stategis membumikan Al Quran dan memperkuat syiar Islam.

    ‘’MTQ juga meningkatkan pemahaman dan kecintaan masyarakat terhadap Kitab Suci Al Quran. MTQ kali ini bertema ‘Dengan MTQ kita tingkatkan sumber daya manusia yang unggul dan Qurani menuju Merangin Baru 2030’,’’ujar Bupati.

    Tema tersebut jelas bupati, mencerminkan harapan besar, dimana untuk membangun generasi tidak hanya cerdas dan kompetitif, tetapi juga senantiasa menjadikan Al Quran sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan.

    ‘’Saya berharap jadikan momen MTQ ini untuk mempererat ukhuwah Islamiah, menanamkan nilai-nilai Quran dalam kehidupan sehari-hari serta menemukan potensi-potensi Qori dan Qoriah terbaik,’’harap Bupati.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merangin H Husaini menambahkan, pelaksanaan MTQ dikakukan secara berjenjang. ’’Mulai tingkat desa/kelurahan, tingkat kecamatan, tingkat kabupaten, provinsi, tingkat nasional dan internasional,’’ujarnya.

    Pada kesempatan itu, H Husaini juga menghimbau kepada para orang tua, maupun orang tua itu sendiri, agar menghindari pengaruh judi online yang sudah sangat meresahkan masyarakat. ‘’Sudah banyak yang menjadi korban.’’terang H Husaini.

    Malam pembukaan MTQ yang dari awal acara hingga akhir diguyur gerimis tersebut, diawali dengan lantunan Asmaul Husna dipadu gerakan-gerakan sebanyak 50 orang ibu-ibu TP PKK Kecamatan Tabir Barat.

    Setelah sederetan pidato seremonial berakhir, tepat pukul 23.55 WIB seketika langit di atas arena utama MTQ, dipecahkan cahaya kembang api yang memancar ke berbagai penjuru diiringi suara ledakan yang menggema.

    Suasama itu diperindah lagi dengan memancarnya lampu warna-warni, sehingga suasana pembukaan MTQ ke-51 tingkat Kabupaten Merangin, benar-benar berlangsung meriah dan spektakuler.

    Selanjutnya ditampilkan tari massal, yang dilakukan ratusan pelajar. Tari Massal itu cukup memukau, sehingga diakhir gerakannya langsung disusul tepuk tangan meriah dari para tamu undangan yang hadir.

    Tanpak hadir, unsur Forkopimda Merangin, Ketua Dewan Masjid Kabupaten Merangin H Arfani, KH Satar Saleh, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemkab Merangin, para Camat, para kades/lurah dan undangan lainnya. (DA)

  • Bupati-Wakil Bupati Pesibar Hadiri Musrenbang RPJMD Pesibar Tahun 2025-2029

    PESIBAR – Bupati-Wakil Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dedi Irawan-Irawan Topani, S.H., M.Kn., menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pesibar Tahun 2025-2029, di Lobi Lantai 1 Gedung Marga Sai Batin Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, Kamis (22/5/2025).

    Kegiatan tersebut juga dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Ir. Zainal Abidin, M.T., melalui zoom meeting, perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Saipul, S.Sos., M.IP, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Zukri Amin, M.P., anggota DPRD Pesibar, Ellya Triskova, S.E., Akademisi Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota, Chania Rahmah, S.P.WK., M.Sc., dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Syaifullah, S.Pi., forkopimda setempat, serta diikuti seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Camat se-Pesibar.

    Dalam sambutannya Bupati, Dedi Irawan mengatakan bahwa, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai salah satu tahapan dalam proses penyusunan dokumen RPJMD Pesibar Tahun 2025-2029. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 86 Tahun 2017, penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah dilaksanakan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan sehingga dokumen RPJMD Tahun 2025-2029 sinkron dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan RPJMD Provinsi Lampung serta rencana strategis perangkat daerah.

    “RPJMD merupakan penjabaran dari visi, misi dan program kepala daerah yang memuat tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan, pembangunan daerah dan keuangan daerah, serta program perangkat daerah dan lintas perangkat daerah yang disertai dengan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif untuk jangka waktu lima tahun yang disusun dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), dan RPJMN,” ujar Bupati, Dedi Irawan.

  • Bukan Barak Militer, Wagub Jihan: Tangani Kenakalan Remaja dengan Pendekatan Masjid

    Lampung— Wakil Gubernur Lampung, dr. Hj. Jihan Nurlela, M.M., menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran DPW Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Lampung, Kamis (22/5/2025) di ruang kerjanya. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog strategis seputar peran pemuda masjid dalam pembinaan karakter generasi muda dan penguatan nilai-nilai keumatan.

    Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Jihan menyoroti urgensi pendekatan yang lebih lembut dan humanis dalam membina remaja, khususnya dalam menanggapi berbagai fenomena kenakalan remaja yang semakin kompleks.

    “Program-program BKPRMI bisa menjadi solusi yang lebih bijak dan membumi dalam menyelesaikan persoalan remaja. Kalau di Jawa Barat ada pendekatan ‘remaja dikirim ke barak’, maka di Lampung, saya mengusulkan program ‘Remaja Kembali ke Masjid’,” ujar dr. Jihan.

    Ia menekankan bahwa masjid semestinya bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat, termasuk dalam aspek pendidikan karakter dan pembinaan akhlak pemuda.

    “Masjid harus dihidupkan kembali fungsinya sebagai tempat anak muda bertumbuh secara spiritual, intelektual, dan sosial. Program seperti Bank Infak bisa menjadi pintu masuk untuk membangun kepedulian dan kemandirian dari masjid,” tambahnya.

    Menanggapi arahan tersebut, Ketua Umum DPW BKPRMI Lampung, Ahmad Khairudin Syam, menyambut baik gagasan Wagub Jihan dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi.

    “BKPRMI siap menjadi mitra strategis dalam membina pemuda masjid yang berakhlak, produktif, dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegas Ahmad.

    Silaturahmi tersebut ditutup dengan penyerahan cinderamata serta pembahasan rencana program kolaboratif yang akan digerakkan dalam waktu dekat. Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum awal untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan karakter generasi muda di Provinsi Lampung.

  • Kunjungan Komisi X DPR RI di Provinsi Lampung, Perkuat Sinergi Majukan Prestasi Olahraga Daerah

    LAMPUNG – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela menerima secara resmi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Kamis (22/5/2025).

    Kunjungan ini menjadi momen penting dalam upaya mendorong peningkatan prestasi olahraga di Provinsi Lampung.

    Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan Komisi X dan menganggap kunjungan ini sebagai kesempatan strategis untuk saling bertukar informasi dan memperkuat sinergi dalam pembangunan olahraga daerah.

    “Merupakan kehormatan bagi kami menerima kunjungan Komisi X DPR RI. Melalui pertemuan ini, kita dapat berdiskusi secara langsung terkait strategi peningkatan prestasi olahraga di Lampung, sebagai bagian dari visi besar mewujudkan Lampung Maju Menuju Indonesia Emas,” ujar Jihan.

    Wagub juga menyoroti keberhasilan kontingen Lampung pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh-Sumatera Utara, di mana Lampung berhasil masuk 10 besar nasional dengan raihan 22 medali emas, 15 perak, dan 30 perunggu. Beberapa atlet dari Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) turut mencetak prestasi, seperti Tri Wahyuni yang meraih tiga medali emas di cabang senam ritmik, serta Asmaradanta Matin Lieliany dan Ni Komang Devy Fathma Pitri yang meraih perunggu di cabang panahan nomor mix team.

    Sebagai bentuk penghargaan atas capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung memberikan bonus kepada para atlet berprestasi. Peraih medali emas mendapatkan Rp 300 juta, peraih perak Rp 150 juta, dan peraih perunggu Rp 75 juta.

    Lebih lanjut, Wagub juga mengungkapkan bahwa Lampung saat ini menjadi homebase klub Liga 1 Bayangkara Presisi Lampung FC. Sejalan dengan itu, Pemprov terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur stadion agar memenuhi standar regulasi PSSI. Tak hanya itu, Lampung bersama Provinsi Banten juga tengah mengajukan diri sebagai tuan rumah PON XXIII tahun 2032, berdasarkan nota kesepahaman bersama yang telah ditandatangani pada 2024.

    Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Muhfudz Abdurrahman, S.Sos, dalam keterangannya menjelaskan bahwa kunjungan kerja spesifik ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap kebijakan dan program pemerintah di bidang olahraga.

    “Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung pelaksanaan program PPLP sebagai ujung tombak pembinaan atlet usia dini. Kami sudah mengunjungi lokasi PPLP Lampung dan fasilitas panahan. Ini bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan dan implementasi di lapangan,” ujarnya.

    Menurut Muhfudz, pembinaan atlet usia dini adalah masa keemasan yang krusial dan harus dilakukan secara terencana, sistematis, serta berkelanjutan. PPLP hadir sebagai wadah strategis yang diharapkan dapat melahirkan atlet daerah berprestasi hingga tingkat internasional. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, serta peraturan turunan seperti PP Nomor 46 Tahun 2024 dan Permenpora Nomor 11 Tahun 2022.

    Meski demikian, ia mengakui bahwa pembinaan olahraga tidak lepas dari sejumlah tantangan seperti keterbatasan sarana dan prasarana, jumlah pelatih profesional yang belum mencukupi, hingga belum optimalnya integrasi antara pendidikan dan kegiatan olahraga.

    “Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, eksekutif dan legislatif, serta seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk menjamin keberhasilan pembinaan atlet secara menyeluruh,” tegasnya.

    Dalam kunjungan ini, Komisi X juga mendengar langsung masukan dari para atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, hingga alumni PPLP, guna menghimpun data dan aspirasi sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan dan alokasi anggaran yang lebih berpihak pada pengembangan olahraga nasional.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj. Sekda Provinsi Lampung Firsada, Anggota DPR RI Muhammad Kadafi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, KONI Provinsi Lampung, pengurus cabang olahraga, klub-klub olahraga profesional, perwakilan sekolah, peserta serta alumni program PPLP dan PPLM Provinsi Lampung.

    Kegiatan ditutup dengan dialog terbuka dan penyampaian berbagai tantangan di lapangan, sekaligus komitmen bersama untuk terus memperjuangkan kemajuan olahraga pelajar di Tanah Air. (Red)

  • Pj. Sekdaprov Terima Kunjungan Pengurus YPSK bersama ChildFund International

    LAMPUNG – Pj. Sekdaprov Lampung M. Firsada menerima kunjungan pengurus Yayasan Pembinaan Sosial Katolik (YPSK) bersama ChildFund International di Ruang Kerja Sekdaprov, Kompleks Kantor Gubernur, Bandarlampung, Kamis (22/05/2025).

    Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai program sosial untuk perlindungan anak, pemberdayaan pemuda, dan penguatan kohesi sosial di sejumlah wilayah Lampung.

    YPSK memaparkan sejumlah kegiatan, seperti pelatihan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), workshop pemuda, serta pesta budaya di desa-desa. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran sosial, memperkuat toleransi, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah kekerasan serta menjaga harmoni sosial di tingkat lokal.

    Pj. Sekdaprov M. Firsada menjelaskan dalam Pemerintahan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal terus dikuatkan kerja sama lintas sektor untuk membangun masyarakat yang inklusif, damai, dan tangguh.

    Menurutnya, Pemerintah Provinsi Lampung juga telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pedoman Rembug Desa dan Kelurahan dalam Pencegahan Konflik sebagai landasan hukum penyelesaian konflik secara partisipatif.

    Selain itu, Peraturan Gubernur Nomor 35 Tahun 2016 mengatur teknis pelaksanaan rembug tersebut. Dengan demikian, sinergi antara regulasi daerah dan inisiatif masyarakat seperti YPSK dan ChildFund mampu menciptakan lingkungan sosial yang aman, harmonis, dan berkelanjutan. (Red)