Blog

  • Babinsa Limun Bersama PPL Dan Masyarakat Lakukan Survey Mata Air Untuk Pompanisasi

    merangin.satukomando.com/-Limun,Kamis (22/05/2025)

    Babinsa Koramil 02/Muara Limun Kodim 0420/Sarko, Serda Maskur dan Praka Randa Bersama PPL dan masyarakat melaksanakan pengecekan Mata air yang digunakan untuk Pompanisasi pertanian di Desa Lubuk Sepuh, Kecamatan Pelawan, Kabupaten Sarolangun.

     

    Pengecekan mata air tersebut dilaksanakan untuk mengetahui debit air yang rencana untuk Pompanisasi yang digunakan untuk membantu warga Desa Lubuk Sepuh yang kesulitan mendapatkan air untuk Persawahan.

     

    Menurut Babinsa Serda Maskur, air sangat dibutuhkan petani untuk mengairi sawahnya. Melihat warga binaannya sering kekurangan air untuk persawahan, Babinsa bersama-sama dengan PPL dan masyarakat mencari mata air yang dikiranya bisa dimanfaatkan untuk mengairi persawahan.

     

    Pengecekan sumber mata air yang berada di Desa Lubuk Sepuh Yang nantinya akan di alirkan untuk mengatasi kesulitan air untuk persawahan terutama di musim kemarau."Ujarnya.(DA)

  • Prodi S-1 Matematika FMIPA Gelar Asesmen Lapangan Akreditasi

    Kegiatan berlangsung di ruang sidang lantai dua Gedung Dekanat FMIPA Unila, Kamis, 22 Mei 2025, dan merupakan bagian dari proses asesmen Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSama).

    Kegiatan dibuka resmi Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., yang menyampaikan, asesmen lapangan dapat memberi masukan konstruktif sebagai bekal melakukan perbaikan berkelanjutan.

    “Kehadiran bapak-ibu asesor merupakan kehormatan sekaligus bagian dari upaya kami untuk memperoleh masukan konstruktif sebagai bekal perbaikan berkelanjutan guna menghasilkan lulusan yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing global,” tuturnya.

    Penyelenggara kegiatan turut menghadirkan Prof. Dr. Janson Naiborhu, S.Si., M.Si., dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Dr. Denny Riama Silaban, M.Kom., dari Universitas Indonesia (UI) selaku tim asesor LAMSama.

    Asesmen juga dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., Dekan dan para Wakil Dekan FMIPA, Ketua dan Wakil LPMM Unila, para Kepala UPA Unila, Kepala Jurusan Matematika, Sekretaris Jurusan Matematika, para Dosen Matematika, Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha FMIPA Unila, serta Tim Pendamping Akreditasi.

    Dengan asesmen lapangan diharapkan Prodi S-1 Matematika Unila dapat meraih akreditasi unggul dan terus meningkatkan kualitas pendidikan guna menghasilkan lulusan unggul dan siap bersaing di dunia profesional.

  • Gubernur Lampung Hadiri Halal Bi Halal Dan Raker APTISI IIB Lampung di GSG Dr. H. Andi Surya UMITRA.

    LAMPUNG – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., MM, hadir dalam acara Halal Bi Halal dan Rapat Kerja Aptisi wilayah IIB Lampung. Ketua APTISI Pusat, Prof. Dr. Ir. M. Budi Djatmoko, M.Si. M.E.I., juga hadir melalui link zoom dalam acara tersebut.

    Universitas Mitra Indonesia (UMITRA) sebagai penyelenggara kegiatan memfasilitasi tempat kegiatan di Gedung Serba Guna (GSG) Dr. H. Andi Surya, Universitas Mitra Indonesia yang berada di jl. Purnawirawan Raya, No. 10, Gunung Terang, Bandarlampung pada Rabu (21/5).

    Dalam sambutannya, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., MM, menyampaikan saat ini 68 persen penduduk Lampung berada dalam usia produktif (15–65 tahun), menjadikan Provinsi Lampung berpotensi lebih cepat menikmati bonus demografi tersebut, bahkan sebelum tahun 2028. Gubernur Mirza mengkhawatirkan bahwa potensi tersebut akan menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas pendidikan dan daya saing tenaga kerja.

    “Bonus demografi bisa menjadi peluang besar, tapi kalau kualitas SDM kita masih rendah, maka yang menikmati kemajuan bukan masyarakat Lampung,”ujarnya.

    Lebih lanjut, Kiai Mirza, biasa disapa, mengungkapkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung masih tergolong rendah, yakni peringkat terakhir di Sumatera dan ke-20 secara nasional dimana rendahnya angka tersebut didorong oleh kualitas pendidikan yang belum memadai.

    “Hanya 21–22 persen lulusan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi, dan hanya sekitar 62 persen lulusan SMP yang masuk ke SMA dan kondisi ini terus terjadi setiap tahun dan menghambat peningkatan IPM Lampung,”ungkapnya.

    Prof. Dr. Ir. M. Budi Djatmiko, M.Si. M.E.I. (Ketua APTISI Pusat) dalam paparannya menyampaikan, pengalokasian anggaran untuk sektor pendidikan sebesar 20 persen merupakan amanat Pasal 31 ayat (4) UUD NRI 1945 yang menyatakan bahwa negara harus memprioritaskan anggaran pendidikan sebesar minimal 20 persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara, namun kenyataannya saat ini kita masih 12,5 persen Bahkan sebelumnya masih di angka 7 persen

    “Yang harus kita perjuangkan adalah bagaimana dalam hal ini bisa menegaskan undang-undang reformasi yang kewajibannya adalah 20% untuk alokasi pendidikan nasional semsntara pertumbuhan ekonomi kita di 5,4% jadi memang pertumbuhan ekonomi kita bermasalah. Selain itu juga kita ada masalah perang dagang China dan Amerika, Ini adalah salah satu konstelasi politik dunia yang mau tidak mau kita alami saat ini. PR kita saat ini yang utama adalah bagaimana kita meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia di masa mendatang,”paparnya.

    Ketua Aptisi wilayah IIB Lampung, Ir. H. Firmansyah Y Alfian, MBA., MSc, menyatakan PTS yang ada di provinsi Lampung siap mensupport program dari pemerintah provinsi Lampung.

    “PTS di bawah naungan Aptisi wilayah IIB Lampung siap mendukung program pemerintah provinsi Lampung khususnya bidang pendidikan tinggi yang saat ini masih sangat minim. Ini akan menjadi bahasan utama kami dalam rapat kerja Aptisi wilayah IIB Lampung hari ini,”jelasnya.

    Pada kesempatan lain Rektor UMITRA, Dr. Hj. Armalia Reny Madrie AS.,S.P.,MM, dalam sambutannya selaku tuan rumah kegiatan Halal bi Halal dan Rapat Kerja Aptisi wilayah IIB Lampung mengatakan PTS yang berada di provinsi Lampung sejumlah 63 institusi baik dalam bentuk Universitas, Institute, Sekolah Tinggi dan akademi yang tentunya berdampak kepada persaingan antar PTS untuk mendapatkan mahasiswa.

    “Jumlah PTS di provinsi Lampung sebanyak 63 institusi. pastinya ada persaingan tetapi persaingan secara sehat karena setiap PTS memiliki keunikan masing-masing. Melalui wadah Aptisi ini mudah-mudahan kita dapat bersinergi dan saling support satu sama lain sehingga membawa perubahan dan kemajuan di provinsi Lampung,”pungkas Bunda Reny, sapaan akrabnya. (Red)

  • Segera Berdiri Di Gunungkidul Yogyakarta: Mushala Kampung Kemanusiaan Dunia Berbasis Budaya

    Gunungkidul – Tak lama lagi, di lahan Kampung Kemanusiaan Dunia Berbasis Budaya  “Banyu Mili Humanitarian Village”, Dusun Ngalang-alangsari, Planjan, Saptosari, Gunungkidul akan berdiri  langgar / mushalla  sebagai tempat ngaji dan ibadah anak anak yatim, piatu, dhuafa yang tinggal di tempat tersebut.

    Kampung Kemanusiaan Dunia dikelola bersama oleh Yayasan Pamerti Budaya Catur Sagatra bersama Banyu Mili Migunani Grup (Amal Usaha Dengan 100% Saham Milik Allah)

    Salah seorang donatur pengusaha property dari Semarang menyatakan siap membantu 1 set rangka bangunan limasan untuk digunakan sebagai mushalla berukuran 6 x 6 m2.

    Menurut Presiden Kampung Kemanusiaan Dunia Banyu Mili Dr.H.C.R.Budi Ariyanto Surantono, S.Kom., pihaknya merasa bersyukur atas bantuan rangka rumah limasan tersebut, namun demikian agar bangunan bisa difungsikan sebagai mushalla butuh penambahan material atap dan dinding.

    Berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dibutuhkan dana sekitar 16 juta untuk menambah atap dan dinding mushalla yang akan diberi nama Langgar Al Ngatari tersebut.

    Mushalla ini akan menjadi Pusat belajar dan beribadah Harian semua anak asuh Panti Asuhan Berbasis Pendidikan Karakter & Budaya ini.

    “Dengan adanya mushalla ini, anak anak yatim, piatu dan dhuafa binaan bisa shalat berjamaah dan belajar ngaji setiap hari.  Sehingga kedepan perlu dibuatkan teras di serambi mushala ini”, ungkap Budi Ariyanto.

    Rangka rumah limasan segera akan dikirim oleh donatur yang berasal dari Kota Semarang Jawa Tengah setelah pekerjaan atap dan dinding siap dilakukan.

    Oleh karena itu Managenent Kampung Kemanusiaan Dunia Banyu Mili membuka kesempatan kepada donatur lain yang ingin membantu penyelesaian mushalla tersebut.

    “Khusus untuk bangunan mushalla, dibutuhkan dana sekitar 15 jutaan untuk pekerjaan pemasangan ompak, atap dan dinding mushalla. Semoga ada yang berkenan membantu penyelesaian mushalla ini”, harap Presiden Kampung Kemanusiaan Banyu Mili.

    Kampung Kemanusiaan Dunia “Banyu Mili Humanitarian Village” adalah Panti Asuhan Yatim, Piatu Dhuafa Berbasis Budaya yang akan menampung anak anak inklusi usia Sekolah Dasar dari seluruh Indonesia.

    Selain belajar ilmu agama, anak anak asuh juga akan dibekali dengan ilmu pengetahuan umum, adab sopan santun bermasyarakaf, beladiri dan secara khusus akan mendapatkan Bimbingan bahasa Inggris dan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari hari.

    Semua anak asuh akan mendapatkan fasilitas sandang, pangan dan papan serta pendidikan gratis serta akan terus dibantu agar bisa tetap sekolah hingga jenjang perguruan tinggi.

    Keberadaan mushalla ini sangat penting sebagai Pusat belajar dan Ibadah semua anak asuh Kampung Kemanusiaan Dunia Banyu Mili yang akan diresmikan pada bulan Agustus 2025 mendatang.

    Bagi yang ingin donasi atau partisipasi dalam pembangunan mushalla bisa menghubungi 0838 6581 2934 atau melalui rekening BTN: BTN: 11031-01-57-012043-9 a.n.Banyu Mili Migunani atau melalui QRIS.

    Kampung Kemanusiaan Dunia Banyu Mili juga menerima donasi material bahan bangunan seperti kayu, genteng, semen, pasir dan sebagainya yang bisa langsung dikirim ke lokasi di Dusun Ngalang-alangsari, Planjan, Saptosari, Gunungkidul (*)

  • Efril Hadi Dorong Pembuatan Irigasi, Penambahan Tiang PLN dan Pembuatan Jembatan

    Metro | Pembuatan irigasi, penambahan tiang PLN dan permintaan pembuatan jembatan dari RW 07 Purwosari yang tembus ke Karangrejo menjadi aspirasi utama yang di usulkan masyarakat.

    Aspirasi masyarakat tersebut disampaikan langsung kepada Anggota komisi II DPRD Kota Metro Efril Hadi, saat kegiatan Reses masa sidang ll, di rumah bapak Andi Kurniawan, RT 39, RW 07, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Metro Utara, Rabu, (21/05/2025).

    “Seperti yang kita saksikan bersama ada beberapa masukan dari masyarakat salah satunya terkait irigasi, tetapi memang ada beberapa atau satu titik yang memang harus diprioritaskan di jalan kucing RT 39 insyaallah akan kita kawal secara bersama-sama agar dapat direalisasikan,” ucap Efril.

    Selain itu, ada usulan masyarakat meminta adanya jalan tembus dari RW 7 Purwosari ke Karangrejo, permasalahannya sekarang karena menyeberangi kali Bunut.

    “Untuk itu kita akan berkoordinasi dengan pihak balai pengairan, karena kan belum tentu kita mengusulkan ke balai akan disetujui, terkait dengan jembatan yang harus kita bangun, maka dari itu kita akan mempelajari secara bersamaan-sama,” ujar Efril.

    Efril menambahkan, dalam reses kali ini juga ada usulan terkait penambahan tiang PLN, untuk itu ia akan berkoordinasi dan mendorong pihak PLN agar hal tersebut juga dapat segera terealisasi.

    “Tiang PLN di Metro Utara masih terdata sebagai SKS, tiang yang diusulkan akan dipasang dan berkoordinasi dengan pihak PLN juga terkait pengusulan penambahan lampu/ PJU berkaitan dengan ada nya tiang itu sendiri,” jelas Efril.

    “Intinya saya siap bersama masyarakat, namanya kita berupaya, seperti terkait PLN, kita akan mengusulkan ke PLN untuk pengadaan tiang jalan yang menurut masyarakat sudah layak. Makanya tadi kita mendorong kepada lurahnya atau pamong untuk memberikan usulan yang betul-betul dari masyarakat, kita bersama masyarakat akan tetap mendorong,” tutup Efril. |(Rio).

  • Lek Dar : Targetnya Kita Memenuhi Keinginan Masyarakat Yang Memang Real dan Tersurvey

    Metro | Serap aspirasi masyarakat, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro, fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Daerah Pemilihan (Dapil II ) Metro Utara, Sudarsono, menggelar reses ke dua tahun 2025, berlangsung di Kediamannya, Jalan Atmo Sentono, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Metro Utara, Rabu (21/5/2025).

    Sudarsono mengatakan, dalam kesempatan tersebut pihaknya menggelar reses guna menampung aspirasi dari masyarakat khususnya di Kecamatan Metro Utara.

    “Dalam reses kali ini, targetnya adalah kita memenuhi keinginan masyarakat yang memang real, dan memang tersurvey. Dan memang wajar mereka masyarakat membela keadilan terkait masalah jalan WR Supratman yang sudah ada korban meninggal, bahkan dari lebaran ada 13 kasus kecelakaan,” kata Sudarsono.

    Selain itu, demi memberikan kenyamanan masyarakat saat melintas ruas jalan di Karangrejo Metro Utara, Sudarsono menghibahkan gajinya satu bulan untuk memperbaiki jalan tersebut.

    “Kemarin sudah saya servis dengan kemampuan saya. Karena ada yang meninggal. Ini kami nanti di bulan delapan, gaji saya sebulan saya hibahkan untuk dandanin jalan dari perbatasan bedeng 22 sampai ke sini (Karangrejo, Metro Utara),” ujar Lek Dar, sapaan akrab Sudarsono.

    Selain itu, terkait dengan sampah, dirinya juga pernah Operasi Tangkap Tangan (OTT) warga di luar Kota Metro yang membuang sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Karangrejo, Metro Utara.

    “Saya sempat OTT waktu itu. Mereka dari luar Metro, malah masuk ke Metro. Ini berarti kan gak benar. Ke depannya harus ada semacam pencerahan, Walikota baru ini harus berani melaksanakan apa yang di Visi kan nya. Tapi kalau tidak ada perubahan, masih seperti ini, akan jadi mimpi,” ujar Darsono.

    Dalam reses tersebut, masyarakat di Karangrejo, Metro Utara meminta Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) dapat di swastakan.

    “Sekarang gini, rumah sakit itu BLUD. Berapa sih keuntungannya, berapa sih pemasukan PAD Kota Metro, berapa sih primer dia, desain bisnis dia seperti apa, enggak ada. Kalau swasta kan, kami kecil-kecilan aja, nyatanya untung,” ungkap Darsono.

    “Jadi, masyarakat meminta kepada pemerintah Kota Metro, supaya BLUD dan TPAS di Karangrejo dapat diswastakan,” pungkas Lek Dar. | (Rio).

  • Reses Dapil Metro Utara, Pembuatan Perda Indekos dan Penanganan Sampah Jadi Aspirasi Utama

    Metro | Pembuatan Perda indekos dan Penanganan masalah sampah menjadi aspirasi utama yang disampaikan masyarakat Kelurahan Banjarsari Kecamatan Metro Utara, Kota Metro.

    Aspirasi tersebut disampaikan masyarakat langsung kepada Wakil Ketua l DPRD Kota Metro Ahmad Khuseini, saat kegiatan Reses daerah Pemilihan (Dapil) Metro Utara.

    Acara yang berlangsung di kediamannya jalan Pattimura, gang Ambon, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Selasa Malam (20/05/2025).

    “Berkaitan dengan sampah, tadi juga sudah saya sampaikan kepada eksekutif beberapa kali persoalan ini muncul, bagaimana tahun 2025 ini bisa selesai berapapun biaya yang memang itu menjadi kebutuhan dalam rangka untuk mengatasi persampahan,” ungkap Khuseini.

    “Kemarin salah satu kendalanya dalam penanganan sampah armadanya kurang, kemudian alat berat yang memang untuk meratakan yang ada di lapangan atau di lokasi memang terbatas bahkan ada yang rusak,” ucap Khuseini .

    “Berbicara pendampingan mau tidak mau karena menjadi persoalan, saya pikir harus menjadi fokus, pemerintah daerah harus fokus melalui dinas terkait supaya persoalan ini segera diatasi dan tuntas,” jelas Khuseni.

    Ahmad Khuseini menambahkan, kalau berbicara kos-kosan atau rumah kontrakan sangat setuju bagaimana bisa dibentuk Peraturan Daerah (Perda).

    “Jika ada peraturan daerah yang berkenaan dengan kos-kosan tentu ini akan membuat Metro lebih baik,” imbuhnya.

    Ahmad Khuseini juga menjelaskan, baik pemilik kos dan penghuni kos ada aturan agar lebih tertib lagi dalam pendataan warga, nanti akan disampaikan kepada DPRD supaya menjadi Perda.

    Selain itu, terkait efisiensi anggaran sudah berbicara dengan eksekutif seperti apa efisiensi yang sudah dilakukan oleh mereka.

    “Mereka sudah berkoordinasi dengan seluruh OPD dan di komunikasikan DPRD, saat ini dalam tahap finishing, dalam waktu dekat ini bisa selesai dan berjalan kemudian draf di kirimkan ke gubernur,” pungkas Khuseini. |(Rio).

  • Gubernur Lampung Dorong Percepatan Pembangunan PLTSa sebagai Solusi Sampah dan Energi

    Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, Solusi Penanganan Sampah di Provinsi Lampung

    Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai solusi strategis pengelolaan sampah sekaligus penyediaan energi baru terbarukan (EBT) di Provinsi Lampung.

    Langkah ini disampaikan Gubernur Mirza dalam rapat pengelolaan EBT yang digelar di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Komplek Kantor Gubernur, Rabu (21/5/2025).

    “Kami melihat potensi besar dalam pengolahan sampah menjadi energi. Awalnya kita siapkan TPA, namun kami arahkan untuk dimodernisasi menjadi PLTSa,” ujar Gubernur.

    Data menunjukkan volume sampah di Kota Bandarlampung mencapai sekitar 800 ton per hari, sementara di Lampung Selatan sekitar 150–200 ton per hari, dengan 55% di antaranya merupakan sampah organik—jenis yang sangat potensial untuk diolah menjadi energi.

    Pemerintah Provinsi telah menyiapkan lahan dan membuka peluang investasi, termasuk menawarkan skema tipping fee (biaya layanan pengelolaan sampah) untuk menarik minat investor.

    Gubernur Mirza menargetkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan investor dapat dilakukan sebelum Juli 2025, guna mempercepat realisasi proyek ini.


    Investor Siap Bangun PLTSa Lampung, Kolaborasi dengan PLN Disiapkan

    Perwakilan calon investor dari GIS Group, Victor, menyatakan komitmennya untuk mendukung proyek PLTSa Lampung. Ia menyebut pembangunan direncanakan berlangsung selama 2 tahun dengan masa operasional hingga 25 tahun.

    Proyek ini nantinya akan berkolaborasi dengan PLN melalui skema Power Purchase Agreement (PPA) untuk menyuplai listrik ke jaringan nasional.

    “Kami optimistis PLTSa Lampung akan memberikan dampak signifikan, tidak hanya dalam pengelolaan sampah harian, tapi juga mengurangi tumpukan di TPA yang sudah menggunung,” kata Victor.

    Ia juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah pusat, terutama agar proyek ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan status tersebut, skema tipping fee bisa diminimalisasi karena akan mendapat subsidi PPA dari pemerintah pusat.

    Victor menambahkan, pemilihan teknologi pengolahan akan disesuaikan dengan karakteristik sampah lokal, guna menjamin efisiensi dan keberlanjutan.

    Sebagai referensi, teknologi PLTSa sudah diterapkan di kota-kota seperti Surabaya dan Bekasi, dengan kapasitas hingga 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik sekitar 10 megawatt.

    Jika terealisasi, PLTSa Lampung akan menjadi fasilitas pertama di wilayah Sumatera bagian selatan yang menerapkan konsep waste-to-energy secara terintegrasi.

  • Pemerintah Pekon Pagar Dewa Salurkan BLT-DD Tahap I kepada 20 KPM

    Pemerintah Pekon Pagar Dewa Salurkan BLT-DD Tahap I kepada 20 KPM

    Lambar – Pekon Pagar Dewa, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap I untuk periode Januari hingga April 2025. Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Balai Pekon Pagar Dewa pada Kamis, 15 Mei 2025, dan diterima oleh 20 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

    Acara ini dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Peratin Pagar Dewa, Sutisna, serta dihadiri oleh Camat Sukau, perwakilan Kecamatan Sukau, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pendamping Desa, serta perangkat Pekon dan kelompok penerima manfaat.

    Dalam sambutannya, Pj Peratin Sutisna menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jajaran pemerintah pekon dan kecamatan atas kerja keras mereka dalam memastikan bantuan ini dapat tersalurkan dengan lancar dan tepat sasaran.

    “Bantuan ini diberikan setelah melalui proses pendataan yang cermat dan verifikasi yang ketat. Setiap keluarga penerima bantuan akan menerima total Rp1.500.000 untuk lima bulan, yang berarti Rp300.000 per bulan,” ujar Sutisna.

    Lebih lanjut, Sutisna berharap agar bantuan yang telah diterima dapat digunakan dengan bijak oleh penerima manfaat. “Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan pokok dan mendukung kegiatan produktif yang dapat meningkatkan taraf hidup keluarga,” tambahnya.

    Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga penerima dan memberikan dampak positif dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Pekon Pagar Dewa.

    (Aris)

  • Hj Lavita Syukur Apresiasi Kegiatan Sanggar Disabilitas · Di Desa Sungai Sahut Kecamatan Tabir Selatan

     

    Satukomando.Bangko.com-Ketua TP PKK Kabupaten Merangin Hj Lavita Syukur, sangat mengapresiasi berbagai kegiatan yang dilakukan Sanggar Disabilitas Waspo Berkarya, di Desa Sungai Sahut Kecamatan Tabir Selatan.

     

    Hal tersebut sebagaimana ditegaskan Hj Lavita Syukur, ketika mengunjungi Sanggar yang didirikan Ny Waspol Anggraini tersebut, pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Selasa (20/5).

     

    ‘’Meskipun dengan segala keterbatasan, tetap mereka masih bisa memberikan pelayanan terbaik untuk para penyandang disabilitas, salah satunya Posyandu Disabilitas,’’ujar Ketua TP PKK Merangin dibenarkan Camat Tabir Selatan Ny Antin.

     

    Hj Lavita Syukur merasa bangga dengan para Disabilitas yang sangat kreatif dan pintar-pintar mampu menciptakan berbagai karya seni yang menarik, tidak hanya lukisan, tapi juga kerajinan tangan lainnya.

     

    Pada kesempatan itu, istri Bupati Merangin H M Syukur tersebut, juga memuji Ny Waspol Anggraini pendiri sanggar itu. ‘’Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Waspol, yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya, mengajari para penyandang disabilitas untuk berkarya,’’ucapnya.

     

    Terpisah, Ny Waspol Anggraini juga berterimakasih kepada Ketua TP PKK Merangin yang telah sudah bersedia meluangkan waktu ditengah kesibukan, untuk bersilaturahmi ke Sanggar Disabilitas Waspo Berkarya.

     

    ‘’Sanggar ini kami dirikan pada 2019 lalu. Saat ini ada sebanyak 180 orang penyandang Disabilitas yang beraktivitas di sanggar kami. Mereka terdiri dari anak – anak dan orang dewasa,’’terang Ny Waspol Anggraini.(DA)