Kategori: Lampung

  • Pansus LHP BPK DPRD Lampung Dorong Perbaikan Tata Kelola Keuangan Daerah

    Lampung – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Lampung terkait Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas laporan keuangan Pemprov Lampung memaparkan hasil evaluasinya dalam Rapat Paripurna, Selasa (17/6/2025).

    Juru bicara Pansus, Budhi Condrowati, menyampaikan bahwa pembentukan pansus bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh atas kinerja keuangan Pemprov, khususnya terkait opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

    Pansus meminta Gubernur Rahmat Mirzani Djausal segera membentuk Tim Tindak Lanjut Rekomendasi untuk menindaklanjuti temuan BPK agar kesalahan yang sama tidak terus berulang. OPD terkait juga diminta menyelesaikan persoalan sesuai tenggat waktu.

    “Jika temuan terus berulang karena unsur kesengajaan, maka pelakunya harus ditindak sesuai aturan. Kerugian negara seperti kekurangan volume pekerjaan atau anggaran yang tak bisa dipertanggungjawabkan wajib dikembalikan ke kas daerah,” tegas Condro.

    Ia juga menyarankan agar kontraktor yang gagal menyelesaikan kewajiban dikenai sanksi blacklist, dan bila perlu, kasus dilimpahkan ke aparat penegak hukum.

    Dalam hal pendapatan daerah, Pemprov diminta menyusun target Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara realistis dan berbasis potensi nyata, termasuk dari sektor yang belum tergarap seperti pemanfaatan air permukaan dan retribusi parkir.

    “Kerja Tim Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan juga harus lebih efektif dengan dukungan sistem digital dan koordinasi lintas OPD,” ujarnya.

    Untuk pengelolaan belanja, Pemprov diimbau memperketat perencanaan dan penganggaran agar sesuai kemampuan keuangan daerah, serta mencegah defisit berulang. Seluruh belanja harus sesuai aturan, khususnya belanja modal dan barang/jasa.

    Terkait aset dan kas daerah, Condro meminta optimalisasi pencatatan, pemeliharaan, dan pengawasan agar aset tercatat dengan akurat, serta menjaga likuiditas kas yang sempat menurun dalam periode 2021–2024.

    Ia juga menekankan pentingnya memperkuat Inspektorat sebagai pengawas internal, serta pembinaan SDM OPD agar lebih memahami regulasi keuangan dan pelaporan.

    “Semua upaya ini penting demi mendorong tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan,” tutupnya.

  • Tim Laba-Laba Bandar Lampung Raih Hadiah Utama Adventure Off-road ke-5 Tahun 2025

    Kota Metro | Pembagian Hadiah, Doorprize dan Piala menjadi puncak Ajang penutupan Adventure Off-road ke-5 Tahun 2025 yang di gelar selama 2 hari di Metro Bumi Sai Wawai, berlangsung di halaman Stadion Tejosari, Metro Selatan, Kota Metro, Minggu (15/06/2025).

    Sebanyak 16 tim dengan total 49 kendaraan dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam event tahunan ini. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan di medan berat, tetapi juga sebagai sarana silaturahmi dan hiburan bagi komunitas pecinta off-road.

    Tim Laba-Laba dari Bandar Lampung berhasil meraih hadiah uang pembinaan sebesar Rp15 juta setelah berhasil mengumpulkan 9 stempel dari 8 pos yang dilalui sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan panitia.

    Selain itu, hadiah utama kategori perorangan berupa uang tunai sebesar Rp5 juta diraih oleh Anca Marta Utama, juga dari Bandar Lampung.

    Kategori tercepat mencapai garis finish dimenangkan oleh Tim Baret dari Pesawaran, yang mencatatkan waktu penyelesaian tercepat pada pukul 09.10 WIB.

    Dalam sambutannya, Walikota Metro Bambang Iman Santoso melalui Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Tri Hendriyanto menyampaikan, atas nama pemerintah Kota Metro kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini.

    “Kegiatan ini bukan hanya sekedar ajang uji nyali, tetapi juga merupakan wujud nyata dari semangat kebersamaan dan komitmen kita dalam mempromosikan Kota Metro sebagai Kota yang memiliki event yang menarik,” ucap Hendri.

    Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan berkembang, tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan promosi wisata yang berdampak positif bagi perekonomian daerah.

    “Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang dan terima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi inspirasi bagi kita semua,” pungkas Tri Hendriyanto.

  • Adventure Off Road 2025 Kota Metro, Turut Bangkitkan UMKM

    Kota Metro | Dalam rangkaian kegiatan, Hari Ulang Tahun (HUT) ke-88 Kota Metro , Indonesia off-road Federation ( IOF ) Kota Metro bekerjasama dengan Disporapar gelar kegiatan Adventure Off Road 2025 yang berlangsung dikawasan Stadion olah raga Tejosari Metro Timur.

    Puluhan off-roader dari berbagai daerah di Lampung. Turut ambil bagian menaklukkan jalur ekstrem dalam ajang Metro Bumi Sai Wawai (BSW) Adventure Off-Road ke-5, Pada Sabtu dan Minggu (14 – 15 Juni 2025).

    Tidak hanya menghadirkan aksi adrenalin tinggi bagi para Offroader, kegiatan tersebut juga menjadi magnet ekonomi bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di sekitar kawasan Stadion Tejosari, Metro Timur yang menjadi pusat kegiatan

    Kegiatan tersebut dilepas secara langsung oleh Walikota Metro Bambang Iman Santoso.
    Tercatat 49 off-roader resmi mengikuti kegiatan ini, membelah medan berlumpur dan rintangan alam dengan rute menantang sejauh 11 kilometer.

    Rute dibagi ke dalam dua jalur, yaitu Jalur A sepanjang 3 kilometer dan Jalur B sepanjang 8 kilometer, yang melintasi Kecamatan Metro Timur dan Metro Selatan.

    Ketua IOF Metro, Tondi MG Nasution mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang telah memasuki tahun kelima.

    “Setiap tahun antusiasme peserta meningkat. Tidak hanya untuk merayakan ulang tahun Kota Metro, tapi ini juga bagian dari upaya kami mendukung promosi wisata dan penggerak ekonomi lokal,” kata Tondi.

    Kegiatan ini tidak hanya menyuguhkan pertunjukan otomotif ekstrem, namun juga memberi dampak ekonomi langsung kepada warga. Berbagai stan UMKM disiapkan di sekitar area stadion, mulai dari kuliner tradisional, suvenir khas Metro, hingga produk kerajinan tangan lokal.

    Sementara,Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi komunitas off-roader dan panitia dalam mendukung geliat ekonomi lokal.

    “Acara ini tidak hanya hiburan dan ajang olahraga ekstrem, tapi nyata memberi dampak pada perekonomian sekitar, terutama para pelaku UMKM. Inilah bentuk sinergi antara komunitas, masyarakat, dan pemerintah,” ucap Bambang.

    Selanjutnya, Ia mengisyaratkan bahwa Metro tidak akan berhenti di sini.

    “Pemerintah siap mendukung penuh kegiatan serupa, bahkan ke depan kami membuka peluang agar event ini bisa menjadi agenda berskala nasional. Ada rencana di bulan September nanti kami akan menghadirkan tamu kehormatan dari Jakarta untuk mencoba langsung jalur off-road Kota Metro,” imbuhnya.

    Metro BSW Adventure Off-Road bukan sekadar ajang adu kekuatan mesin dan nyali, namun juga menjadi bagian dari branding Metro sebagai kota dengan potensi sport tourism.

    Jalur off-road yang melewati kawasan alam dan perdesaan Metro Selatan hingga Timur menawarkan pengalaman unik yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai destinasi petualangan.

    Tak sedikit peserta yang menyatakan kekagumannya terhadap medan dan keramahan masyarakat lokal.

    “Jalurnya menantang tapi menyenangkan, dan sambutan warga Metro luar biasa. Ini salah satu event paling solid di Lampung,” ujar Nanang satu peserta dari IOF asal Metro.

    Selain itu, ajang ini juga menjadi momentum mempererat solidaritas antar komunitas. Para off-roader tidak hanya bertarung dengan alam, tetapi juga saling mendukung di lapangan, menciptakan semangat kebersamaan dan solidaritas tinggi.

    Bagi Pemerintah Kota Metro, event ini membuktikan bahwa kegiatan komunitas, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi mesin penggerak ekonomi kreatif, promosi pariwisata, hingga penguatan identitas kota.

    Sebagaimana diungkapkan Wali Kota Bambang Iman Santoso, Metro tidak hanya akan membangun jalan dan gedung, tapi juga membangun semangat, peluang, dan kebanggaan bersama.

    Pada ajang tersebut ,Team Offroad yang berhasil keluar sebagai pemenang adalah, hadiah utama sebesar Rp.15 jura diraih oleh Team Laba – Laba. Juara perorangan diraih oleh Driver Anca Marta Utama dari Bandar Lampung mendapat uang pembinaan sebesar Rp.5 juta.

    Untuk team tercepat mencapai garis finish diraih oleh Team Baret asal Pesawaran dan merhak menerima Trofi serta uang pembinaan sebesar Rp. 1 juta. Tidak hanya itu, pihak panitia juga menyiapkan door prize sebanyak 22 item.

  • 3 Manfaat Fitur Freeze Panes di Microsoft Excel untuk Efisiensi Pengolahan Data

    Teknologi – Dalam pengolahan data menggunakan Microsoft Excel, efisiensi dan kemudahan membaca data menjadi hal krusial, terutama saat menangani data dalam jumlah besar. Salah satu fitur penting yang mendukung kebutuhan ini adalah Freeze Panes.

    Fitur Freeze Panes memungkinkan pengguna untuk “mengunci” baris atau kolom tertentu agar tetap terlihat saat menggulir lembar kerja. Hal ini sangat membantu dalam menjaga acuan data tetap terlihat sehingga analisis dan navigasi data menjadi lebih mudah dan efisien.

    Berikut tiga manfaat utama penggunaan Freeze Panes di Microsoft Excel:

    1. Menjaga Header Tetap Terlihat

    Manfaat paling umum dari Freeze Panes adalah mempertahankan tampilan baris pertama yang berisi judul kolom (header) agar tetap terlihat, meskipun pengguna menggulir ke bawah.

    Fungsi ini sangat berguna saat bekerja dengan tabel besar yang memiliki ratusan hingga ribuan baris, karena pengguna tidak perlu kehilangan konteks saat membaca data di bagian bawah.

    2. Mempermudah Navigasi Data Horizontal

    Saat bekerja dengan tabel lebar secara horizontal, sering kali kolom pertama berisi informasi kunci seperti nama, ID, atau kategori.

    Dengan membekukan kolom ini, informasi penting tetap tampil di layar meski pengguna menggulir ke kanan. Ini membantu menjaga konteks dan mengurangi risiko salah membaca data.

    3. Meningkatkan Visibilitas Informasi Penting

    Freeze Panes juga berguna untuk memastikan baris atau kolom penting lainnya tetap terlihat saat bekerja. Hal ini sangat membantu dalam menghindari kesalahan analisis, mempercepat proses kerja, dan menjaga konsistensi saat data ditampilkan dalam diskusi kelompok atau presentasi.

    Fitur Freeze Panes merupakan alat yang sederhana namun sangat efektif untuk meningkatkan produktivitas dalam menggunakan Excel. Dengan memastikan informasi penting tetap berada dalam pandangan, pengguna dapat bekerja lebih fokus, akurat, dan efisien.

  • Ketua DPRD Lampung Dukung Sekolah Gratis dan Penghapusan Uang Komite

    LAMPUNG – Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar mendukung Pemprov Lampung mengratiskan seluruh biaya pendidikan termasuk menghapus pungutan uang komite di SMA, SMK dan SLB mulai tahun ajaran 2025/2026.

    Sekretaris DPD Gerindra Lampung itu juga sangat menyadari, bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap warga Negara dan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

    “Sudah sepatutnya kebijakan sekolah gratis untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB kita jadikan sebagai langkah strategis yang harus terus diperkuat dan dijaga keberlanjutannya,” tegas ketua DPRD Lampung, Sabtu (7/6/2025).

    Guna memastikan program pendidikan gratis SMA, SMK dan SLB ini, DPRD Lampung berkomitmen mendukung alokasi anggaran yang memadai guna menjamin keberlangsungan program sekolah gratis.

    Selain itu, DPRD Lampung juga akan mengawasi pelaksanaan program agar berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Serta, mendorong peningkatan kualitas pendidikan, termasuk sarana dan prasarana, kompetensi guru, serta layanan pendidikan inklusif.

    “Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, pendidik, dan pemangku kepentingan lainnya, untuk bersama-sama menyukseskan program ini demi masa depan generasi muda yang lebih baik,” lanjut Giri.

    Diketahui sebelumnya, Pemerintah Provinsi Lampung resmi menetapkan kebijakan penghapusan pungutan uang komite bagi seluruh siswa di jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri.

    Kebijakan itu merupakan langkah strategis Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam mewujudkan pendidikan inklusif dan berkualitas tanpa hambatan biaya, sekaligus sebagai bagian dari prioritas pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul di Bumi Ruwa Jurai.

    “Mulai sekarang, tidak boleh ada lagi pungutan uang komite untuk siswa SMA. Segala kebutuhan sekolah akan kita bantu lewat APBD. Saya minta dukungan semua pihak untuk bersama-sama memperbaiki kualitas pendidikan kita,” ujar Gubernur Mirza saat memberikan pengarahan kepada kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB se-Lampung, Kamis (5/6/2025).

    Gubernur juga menyinggung rendahnya capaian pendidikan di Lampung, dengan hanya 20 dari 352 sekolah negeri yang berhasil meloloskan siswanya dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun ini. Bahkan, 49 sekolah tercatat tidak mengantarkan satu pun siswanya ke perguruan tinggi.

    “Kita tidak akan mampu memajukan Indonesia jika SDM kita tertinggal. Kalau anak-anak Lampung tak disiapkan sejak sekarang, mereka akan kalah bersaing dengan SDM dari luar,” tegas Gubernur.

    Ia menegaskan pentingnya peran guru dan kepala sekolah dalam membentuk generasi masa depan Lampung. “Ajari mereka dengan penuh kasih, keikhlasan, dan ketulusan. Kita sedang membangun fondasi masa depan Lampung,” tambahnya.

    Tak hanya menghapus uang komite, Gubernur juga merancang pembentukan 35 sekolah unggulan di berbagai kabupaten/kota, memperkenalkan mata pelajaran pilihan baru untuk siswa kelas 12, seperti bahasa Jepang, Korea, dan Arab, serta mengarahkan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung sektor pendidikan.

    Gubernur juga menetapkan tiga indikator keberhasilan kepala sekolah, yakni persentase lulusan yang masuk perguruan tinggi, terserap di dunia kerja, dan yang mampu menjadi wirausahawan. “Saya titipkan masa depan Lampung dan visi Indonesia Emas 2045 kepada para kepala sekolah,” tutupnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menegaskan bahwa kebijakan penghapusan uang komite merupakan wujud nyata kepedulian Gubernur terhadap dunia pendidikan.

    “Pak Gubernur punya komitmen kuat. Insyaallah seluruh biaya operasional sekolah akan ditanggung melalui APBD, sehingga orang tua tidak lagi dibebani biaya tambahan,” kata Thomas Amirico.

    Ia juga mengingatkan agar sekolah tidak lagi memungut biaya dalam bentuk apa pun, baik saat pendaftaran maupun selama proses belajar mengajar berlangsung. “Tidak boleh lagi mengumpulkan orang tua untuk membahas sumbangan sekolah. Itu harus dihentikan,” tegasnya.

    Dengan kebijakan ini, sekitar 203 ribu siswa dari 352 sekolah negeri di Lampung dipastikan akan menerima manfaat langsung. Menurut Thomas, skema serupa juga akan dievaluasi untuk kemungkinan diterapkan pada sekolah swasta di masa mendatang.

    “Pak Gubernur ingin kualitas pendidikan Lampung meningkat merata, dan seluruh masyarakat mendapat akses pendidikan tanpa terkecuali,” pungkas Thomas Amirico. (Red)

  • DPRD Lampung Umumkan Capaian WTP ke-11, Bukti Konsistensi Tata Kelola Keuangan Daerah

    LAMPUNG – DPRD Provinsi Lampung secara resmi mengumumkan capaian prestisius Pemprov Lampung yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut. Pengumuman ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD yang digelar di Gedung DPRD Provinsi Lampung, Jumat (23/5/2025), bersamaan dengan agenda penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2024.

    Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Lampung dan turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala OPD, serta perwakilan instansi vertikal dan organisasi kemasyarakatan.

    Ketua DPRD menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Provinsi atas pencapaian tersebut dan menegaskan bahwa opini WTP merupakan simbol kepercayaan publik terhadap integritas dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

    Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Lampung Mirza menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja sama dan dedikasi seluruh pihak yang telah mendukung tercapainya opini tertinggi dari BPK RI ini.

    “Capaian WTP ini adalah amanah yang harus terus dijaga dan ditingkatkan. Kami tidak ingin hanya berhenti pada angka, tapi juga menjadikan ini sebagai semangat untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik dan transparan,” kata Gubernur Mirza.

    Wakil Ketua BPK RI, Budi Prijono, yang turut hadir dalam rapat, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung. Ia menilai konsistensi Pemprov Lampung dalam meraih WTP merupakan wujud nyata dari komitmen terhadap prinsip good governance.

    “Keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 11 tahun berturut-turut menjadi bukti keseriusan Pemprov Lampung dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan negara,” ujar Budi.

    Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu provinsi dengan tata kelola pemerintahan terbaik di Indonesia. DPRD berharap prestasi ini menjadi momentum untuk terus mendorong kinerja birokrasi yang lebih efisien, responsif, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.

  • Efril Hadi Dorong Pembuatan Irigasi, Penambahan Tiang PLN dan Pembuatan Jembatan

    Metro | Pembuatan irigasi, penambahan tiang PLN dan permintaan pembuatan jembatan dari RW 07 Purwosari yang tembus ke Karangrejo menjadi aspirasi utama yang di usulkan masyarakat.

    Aspirasi masyarakat tersebut disampaikan langsung kepada Anggota komisi II DPRD Kota Metro Efril Hadi, saat kegiatan Reses masa sidang ll, di rumah bapak Andi Kurniawan, RT 39, RW 07, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Metro Utara, Rabu, (21/05/2025).

    “Seperti yang kita saksikan bersama ada beberapa masukan dari masyarakat salah satunya terkait irigasi, tetapi memang ada beberapa atau satu titik yang memang harus diprioritaskan di jalan kucing RT 39 insyaallah akan kita kawal secara bersama-sama agar dapat direalisasikan,” ucap Efril.

    Selain itu, ada usulan masyarakat meminta adanya jalan tembus dari RW 7 Purwosari ke Karangrejo, permasalahannya sekarang karena menyeberangi kali Bunut.

    “Untuk itu kita akan berkoordinasi dengan pihak balai pengairan, karena kan belum tentu kita mengusulkan ke balai akan disetujui, terkait dengan jembatan yang harus kita bangun, maka dari itu kita akan mempelajari secara bersamaan-sama,” ujar Efril.

    Efril menambahkan, dalam reses kali ini juga ada usulan terkait penambahan tiang PLN, untuk itu ia akan berkoordinasi dan mendorong pihak PLN agar hal tersebut juga dapat segera terealisasi.

    “Tiang PLN di Metro Utara masih terdata sebagai SKS, tiang yang diusulkan akan dipasang dan berkoordinasi dengan pihak PLN juga terkait pengusulan penambahan lampu/ PJU berkaitan dengan ada nya tiang itu sendiri,” jelas Efril.

    “Intinya saya siap bersama masyarakat, namanya kita berupaya, seperti terkait PLN, kita akan mengusulkan ke PLN untuk pengadaan tiang jalan yang menurut masyarakat sudah layak. Makanya tadi kita mendorong kepada lurahnya atau pamong untuk memberikan usulan yang betul-betul dari masyarakat, kita bersama masyarakat akan tetap mendorong,” tutup Efril. |(Rio).

  • Lek Dar : Targetnya Kita Memenuhi Keinginan Masyarakat Yang Memang Real dan Tersurvey

    Metro | Serap aspirasi masyarakat, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro, fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Daerah Pemilihan (Dapil II ) Metro Utara, Sudarsono, menggelar reses ke dua tahun 2025, berlangsung di Kediamannya, Jalan Atmo Sentono, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Metro Utara, Rabu (21/5/2025).

    Sudarsono mengatakan, dalam kesempatan tersebut pihaknya menggelar reses guna menampung aspirasi dari masyarakat khususnya di Kecamatan Metro Utara.

    “Dalam reses kali ini, targetnya adalah kita memenuhi keinginan masyarakat yang memang real, dan memang tersurvey. Dan memang wajar mereka masyarakat membela keadilan terkait masalah jalan WR Supratman yang sudah ada korban meninggal, bahkan dari lebaran ada 13 kasus kecelakaan,” kata Sudarsono.

    Selain itu, demi memberikan kenyamanan masyarakat saat melintas ruas jalan di Karangrejo Metro Utara, Sudarsono menghibahkan gajinya satu bulan untuk memperbaiki jalan tersebut.

    “Kemarin sudah saya servis dengan kemampuan saya. Karena ada yang meninggal. Ini kami nanti di bulan delapan, gaji saya sebulan saya hibahkan untuk dandanin jalan dari perbatasan bedeng 22 sampai ke sini (Karangrejo, Metro Utara),” ujar Lek Dar, sapaan akrab Sudarsono.

    Selain itu, terkait dengan sampah, dirinya juga pernah Operasi Tangkap Tangan (OTT) warga di luar Kota Metro yang membuang sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Karangrejo, Metro Utara.

    “Saya sempat OTT waktu itu. Mereka dari luar Metro, malah masuk ke Metro. Ini berarti kan gak benar. Ke depannya harus ada semacam pencerahan, Walikota baru ini harus berani melaksanakan apa yang di Visi kan nya. Tapi kalau tidak ada perubahan, masih seperti ini, akan jadi mimpi,” ujar Darsono.

    Dalam reses tersebut, masyarakat di Karangrejo, Metro Utara meminta Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) dapat di swastakan.

    “Sekarang gini, rumah sakit itu BLUD. Berapa sih keuntungannya, berapa sih pemasukan PAD Kota Metro, berapa sih primer dia, desain bisnis dia seperti apa, enggak ada. Kalau swasta kan, kami kecil-kecilan aja, nyatanya untung,” ungkap Darsono.

    “Jadi, masyarakat meminta kepada pemerintah Kota Metro, supaya BLUD dan TPAS di Karangrejo dapat diswastakan,” pungkas Lek Dar. | (Rio).

  • Reses Dapil Metro Utara, Pembuatan Perda Indekos dan Penanganan Sampah Jadi Aspirasi Utama

    Metro | Pembuatan Perda indekos dan Penanganan masalah sampah menjadi aspirasi utama yang disampaikan masyarakat Kelurahan Banjarsari Kecamatan Metro Utara, Kota Metro.

    Aspirasi tersebut disampaikan masyarakat langsung kepada Wakil Ketua l DPRD Kota Metro Ahmad Khuseini, saat kegiatan Reses daerah Pemilihan (Dapil) Metro Utara.

    Acara yang berlangsung di kediamannya jalan Pattimura, gang Ambon, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Selasa Malam (20/05/2025).

    “Berkaitan dengan sampah, tadi juga sudah saya sampaikan kepada eksekutif beberapa kali persoalan ini muncul, bagaimana tahun 2025 ini bisa selesai berapapun biaya yang memang itu menjadi kebutuhan dalam rangka untuk mengatasi persampahan,” ungkap Khuseini.

    “Kemarin salah satu kendalanya dalam penanganan sampah armadanya kurang, kemudian alat berat yang memang untuk meratakan yang ada di lapangan atau di lokasi memang terbatas bahkan ada yang rusak,” ucap Khuseini .

    “Berbicara pendampingan mau tidak mau karena menjadi persoalan, saya pikir harus menjadi fokus, pemerintah daerah harus fokus melalui dinas terkait supaya persoalan ini segera diatasi dan tuntas,” jelas Khuseni.

    Ahmad Khuseini menambahkan, kalau berbicara kos-kosan atau rumah kontrakan sangat setuju bagaimana bisa dibentuk Peraturan Daerah (Perda).

    “Jika ada peraturan daerah yang berkenaan dengan kos-kosan tentu ini akan membuat Metro lebih baik,” imbuhnya.

    Ahmad Khuseini juga menjelaskan, baik pemilik kos dan penghuni kos ada aturan agar lebih tertib lagi dalam pendataan warga, nanti akan disampaikan kepada DPRD supaya menjadi Perda.

    Selain itu, terkait efisiensi anggaran sudah berbicara dengan eksekutif seperti apa efisiensi yang sudah dilakukan oleh mereka.

    “Mereka sudah berkoordinasi dengan seluruh OPD dan di komunikasikan DPRD, saat ini dalam tahap finishing, dalam waktu dekat ini bisa selesai dan berjalan kemudian draf di kirimkan ke gubernur,” pungkas Khuseini. |(Rio).

  • Unila Gelar Sosialisasi Pengumpulan Data Tracer Study 2025

    Acara dibuka dengan sambutan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sunyono, M.Si. Turut hadir Kepala UPA PKK Unila, Dr. Usep Syaipudin, S.E., M.S.Ak., para Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, serta tim pengelola UPA PKK Unila.

    Berdasarkan informasi dan laporan, capaian indikator kinerja utama (IKU)-1 Unila dapat mencapai hasil membanggakan, yaitu mencapai 93% pada tahun 2024. Capaian ini tidak terlepas dari peran aktif para ketua program studi (kaprodi) dalam mendukung pelaksanaan tracer study di masing-masing prodi.

    “Prodi merupakan satuan kerja pendidik yang paling dekat dengan mahasiswa karena itu diharapkan kerja sama antara program studi fakultas dan UPA PKK ini bisa terjalin sinergi dan kolaborasi sehingga data tracer study semakin baik,” ujar Prof. Sunyono.

    Wakil Rektor juga menyampaikan, IKU-1 hingga IKU-8 akan tetap dipertahankan. Namun diperlukan perbaikan secara substansial, terutama dalam hal penguatan proses pembelajaran di tingkat program studi. Hal ini sebagai bentuk berkomitmen, demi mewujudkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global dan mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat.

    “Pada tahun 2026, Unila diharapkan dapat lebih optimal dalam mendeteksi potensi mahasiswa. Melalui berbagai program seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas), sehingga Unila mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” ujarnya.

    Melalui sosialisasi diharapkan seluruh pihak, khususnya program studi di lingkungan Unila, dapat semakin aktif dan sinergis dalam mendukung pelaksanaan tracer study di tahun-tahun berikutnya.