Penulis: admin721

  • DPRD Lampung Umumkan Capaian WTP ke-11, Bukti Konsistensi Tata Kelola Keuangan Daerah

    LAMPUNG – DPRD Provinsi Lampung secara resmi mengumumkan capaian prestisius Pemprov Lampung yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut. Pengumuman ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD yang digelar di Gedung DPRD Provinsi Lampung, Jumat (23/5/2025), bersamaan dengan agenda penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2024.

    Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Lampung dan turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala OPD, serta perwakilan instansi vertikal dan organisasi kemasyarakatan.

    Ketua DPRD menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Provinsi atas pencapaian tersebut dan menegaskan bahwa opini WTP merupakan simbol kepercayaan publik terhadap integritas dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

    Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Lampung Mirza menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja sama dan dedikasi seluruh pihak yang telah mendukung tercapainya opini tertinggi dari BPK RI ini.

    “Capaian WTP ini adalah amanah yang harus terus dijaga dan ditingkatkan. Kami tidak ingin hanya berhenti pada angka, tapi juga menjadikan ini sebagai semangat untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik dan transparan,” kata Gubernur Mirza.

    Wakil Ketua BPK RI, Budi Prijono, yang turut hadir dalam rapat, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung. Ia menilai konsistensi Pemprov Lampung dalam meraih WTP merupakan wujud nyata dari komitmen terhadap prinsip good governance.

    “Keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 11 tahun berturut-turut menjadi bukti keseriusan Pemprov Lampung dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan negara,” ujar Budi.

    Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu provinsi dengan tata kelola pemerintahan terbaik di Indonesia. DPRD berharap prestasi ini menjadi momentum untuk terus mendorong kinerja birokrasi yang lebih efisien, responsif, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.

  • Gelaran Bergengsi Muli Mekhanai 2025, Momentum Perkuat Identitas Budaya Lampung

    LAMPUNG – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, membuka Grand Final Pemilihan Muli Mekhanai Provinsi Lampung Tahun 2025 di Graha Wangsa, Kamis (22/5/2025). Juga turut hadir Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, sebagai salah satu juri.

    Acara tahunan yang telah digelar sejak 1989 ini bertujuan mencetak generasi muda Lampung sebagai duta pariwisata yang berdedikasi, sekaligus mempromosikan potensi pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif Provinsi Lampung.

    Tahun ini, ajang bergengsi tersebut diikuti oleh 46 peserta, terdiri dari 24 Muli dan 22 Mekhanai, yang merupakan perwakilan dari 13 Kabupaten/Kota se-Lampung. Mereka telah melalui seleksi ketat di daerah masing-masing sebelum tampil di babak grand final.

    Wakil Gubernur Jihan Nurlela menekankan bahwa Pemilihan Muli Mekhanai bukan hanya soal tampil cantik atau tampan secara fisik saja, melainkan juga penilaian terhadap bakat, attitude, intelektual, karakter, serta kecintaan terhadap tanah kelahiran.

    Provinsi Lampung mempunyai potensi pariwisata yang luar biasa. Namun menurut Wagub, Provinsi Lampung masih dihadapkan dengan berbagai tantangan besar seperti persoalan infrastruktur pariwisata yang belum merata dan digitalisasi untuk keperluan promosi budaya.

    “Ini adalah tanggung jawab kita bersama bagaimana kita membuat pariwisata dan budaya Lampung menjadi sektor yang dapat mengungkit ekonomi,” kata Wagub.

    Wagub juga berpesan kepada seluruh finalis untuk tidak berhenti berkontribusi setelah malam puncak. Kepada pemenang Muli Mekhanai, Wagub mengajak agar terus mempromosikan pariwisata, budaya dan Kekayaan Lampung.

    “Untuk para pemenang, baru dimulai tugasnya menjadi duta pariwisata, menjadi dutanya Lampung untuk mempromosikan kekayaan lampung, untuk menjadi provinsi yang naik kelas dengan cara yang fresh anggun dan elegan,” pesan Wagub.

    Ia juga mengapresiasi peningkatan kualitas penyelenggaraan Muli Mekhanai dalam dua tahun terakhir, yang dinilai lebih profesional, memanfaatkan digitalisasi, serta melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan.

    Kedepan, Wagub berharap agar inovasi harus terus dipertahankan dengan melibatkan komunitas lokal dan generasi muda agar ajang Pemilihan Muli Mekhanai tetap relevan dan berkelanjutan.

    Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, turut menyampaikan pentingnya promosi kreatif untuk membawa Lampung ke panggung nasional bahkan internasional.

    “Kita harus membuat Lampung ‘naik permukaan’. Caranya sesederhana ngevlog, bikin sesuatu jadi viral, kita buzz, kita promosi. Intinya, kita promosikan pariwisata dan budaya lampung kita,” ujarnya.

    Zita juga mengingatkan pesan Presiden tentang pentingnya mengangkat kekuatan lokal melalui pariwisata.

    “Kita tidak bisa terus bergantung pada sumber daya bumi. Kita harus andalkan senyum, budaya, keramahan, dan juga tentu keindahan dan kekayaan alam kita,” tegasnya.

    Ia berpesan kepada para finalis Muli Mekhanai untuk terus aktif mempromosikan Lampung, khususnya sektor pariwisata, bersama pemerintah, masyarakat dan generasi muda Lampung.

    “Mari kita satukan langkah, pemerintah, masyarakat dan generasi muda. Kita buat pariwisata Lampung lebih menyala, lebih terang dan lebih bersinar dari provinsi-provinsi lainnya,” pungkasnya.

    Setelah melalui beberapa tahap penilaian, keluar sebagai Pemenang Muli Mekhanai Provinsi Lampung Tahun 2025, diraih oleh Muli asal Kota Bandar Lampung Marcheline Aurely dan Mekhanai asal Kabupaten Tulang Bawang Muhammad Adit Bintang Hartahta.

  • Bupati-Wakil Bupati Pesibar Hadiri Musrenbang RPJMD Pesibar Tahun 2025-2029

    PESIBAR – Bupati-Wakil Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dedi Irawan-Irawan Topani, S.H., M.Kn., menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pesibar Tahun 2025-2029, di Lobi Lantai 1 Gedung Marga Sai Batin Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, Kamis (22/5/2025).

    Kegiatan tersebut juga dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Ir. Zainal Abidin, M.T., melalui zoom meeting, perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Saipul, S.Sos., M.IP, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Zukri Amin, M.P., anggota DPRD Pesibar, Ellya Triskova, S.E., Akademisi Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota, Chania Rahmah, S.P.WK., M.Sc., dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Syaifullah, S.Pi., forkopimda setempat, serta diikuti seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Camat se-Pesibar.

    Dalam sambutannya Bupati, Dedi Irawan mengatakan bahwa, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai salah satu tahapan dalam proses penyusunan dokumen RPJMD Pesibar Tahun 2025-2029. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 86 Tahun 2017, penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah dilaksanakan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan sehingga dokumen RPJMD Tahun 2025-2029 sinkron dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan RPJMD Provinsi Lampung serta rencana strategis perangkat daerah.

    “RPJMD merupakan penjabaran dari visi, misi dan program kepala daerah yang memuat tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan, pembangunan daerah dan keuangan daerah, serta program perangkat daerah dan lintas perangkat daerah yang disertai dengan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif untuk jangka waktu lima tahun yang disusun dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), dan RPJMN,” ujar Bupati, Dedi Irawan.

  • Bukan Barak Militer, Wagub Jihan: Tangani Kenakalan Remaja dengan Pendekatan Masjid

    Lampung— Wakil Gubernur Lampung, dr. Hj. Jihan Nurlela, M.M., menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran DPW Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Lampung, Kamis (22/5/2025) di ruang kerjanya. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog strategis seputar peran pemuda masjid dalam pembinaan karakter generasi muda dan penguatan nilai-nilai keumatan.

    Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Jihan menyoroti urgensi pendekatan yang lebih lembut dan humanis dalam membina remaja, khususnya dalam menanggapi berbagai fenomena kenakalan remaja yang semakin kompleks.

    “Program-program BKPRMI bisa menjadi solusi yang lebih bijak dan membumi dalam menyelesaikan persoalan remaja. Kalau di Jawa Barat ada pendekatan ‘remaja dikirim ke barak’, maka di Lampung, saya mengusulkan program ‘Remaja Kembali ke Masjid’,” ujar dr. Jihan.

    Ia menekankan bahwa masjid semestinya bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat, termasuk dalam aspek pendidikan karakter dan pembinaan akhlak pemuda.

    “Masjid harus dihidupkan kembali fungsinya sebagai tempat anak muda bertumbuh secara spiritual, intelektual, dan sosial. Program seperti Bank Infak bisa menjadi pintu masuk untuk membangun kepedulian dan kemandirian dari masjid,” tambahnya.

    Menanggapi arahan tersebut, Ketua Umum DPW BKPRMI Lampung, Ahmad Khairudin Syam, menyambut baik gagasan Wagub Jihan dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi.

    “BKPRMI siap menjadi mitra strategis dalam membina pemuda masjid yang berakhlak, produktif, dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegas Ahmad.

    Silaturahmi tersebut ditutup dengan penyerahan cinderamata serta pembahasan rencana program kolaboratif yang akan digerakkan dalam waktu dekat. Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum awal untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan karakter generasi muda di Provinsi Lampung.

  • Kunjungan Komisi X DPR RI di Provinsi Lampung, Perkuat Sinergi Majukan Prestasi Olahraga Daerah

    LAMPUNG – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela menerima secara resmi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Kamis (22/5/2025).

    Kunjungan ini menjadi momen penting dalam upaya mendorong peningkatan prestasi olahraga di Provinsi Lampung.

    Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan Komisi X dan menganggap kunjungan ini sebagai kesempatan strategis untuk saling bertukar informasi dan memperkuat sinergi dalam pembangunan olahraga daerah.

    “Merupakan kehormatan bagi kami menerima kunjungan Komisi X DPR RI. Melalui pertemuan ini, kita dapat berdiskusi secara langsung terkait strategi peningkatan prestasi olahraga di Lampung, sebagai bagian dari visi besar mewujudkan Lampung Maju Menuju Indonesia Emas,” ujar Jihan.

    Wagub juga menyoroti keberhasilan kontingen Lampung pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh-Sumatera Utara, di mana Lampung berhasil masuk 10 besar nasional dengan raihan 22 medali emas, 15 perak, dan 30 perunggu. Beberapa atlet dari Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) turut mencetak prestasi, seperti Tri Wahyuni yang meraih tiga medali emas di cabang senam ritmik, serta Asmaradanta Matin Lieliany dan Ni Komang Devy Fathma Pitri yang meraih perunggu di cabang panahan nomor mix team.

    Sebagai bentuk penghargaan atas capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung memberikan bonus kepada para atlet berprestasi. Peraih medali emas mendapatkan Rp 300 juta, peraih perak Rp 150 juta, dan peraih perunggu Rp 75 juta.

    Lebih lanjut, Wagub juga mengungkapkan bahwa Lampung saat ini menjadi homebase klub Liga 1 Bayangkara Presisi Lampung FC. Sejalan dengan itu, Pemprov terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur stadion agar memenuhi standar regulasi PSSI. Tak hanya itu, Lampung bersama Provinsi Banten juga tengah mengajukan diri sebagai tuan rumah PON XXIII tahun 2032, berdasarkan nota kesepahaman bersama yang telah ditandatangani pada 2024.

    Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Muhfudz Abdurrahman, S.Sos, dalam keterangannya menjelaskan bahwa kunjungan kerja spesifik ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap kebijakan dan program pemerintah di bidang olahraga.

    “Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung pelaksanaan program PPLP sebagai ujung tombak pembinaan atlet usia dini. Kami sudah mengunjungi lokasi PPLP Lampung dan fasilitas panahan. Ini bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan dan implementasi di lapangan,” ujarnya.

    Menurut Muhfudz, pembinaan atlet usia dini adalah masa keemasan yang krusial dan harus dilakukan secara terencana, sistematis, serta berkelanjutan. PPLP hadir sebagai wadah strategis yang diharapkan dapat melahirkan atlet daerah berprestasi hingga tingkat internasional. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, serta peraturan turunan seperti PP Nomor 46 Tahun 2024 dan Permenpora Nomor 11 Tahun 2022.

    Meski demikian, ia mengakui bahwa pembinaan olahraga tidak lepas dari sejumlah tantangan seperti keterbatasan sarana dan prasarana, jumlah pelatih profesional yang belum mencukupi, hingga belum optimalnya integrasi antara pendidikan dan kegiatan olahraga.

    “Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, eksekutif dan legislatif, serta seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk menjamin keberhasilan pembinaan atlet secara menyeluruh,” tegasnya.

    Dalam kunjungan ini, Komisi X juga mendengar langsung masukan dari para atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, hingga alumni PPLP, guna menghimpun data dan aspirasi sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan dan alokasi anggaran yang lebih berpihak pada pengembangan olahraga nasional.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj. Sekda Provinsi Lampung Firsada, Anggota DPR RI Muhammad Kadafi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, KONI Provinsi Lampung, pengurus cabang olahraga, klub-klub olahraga profesional, perwakilan sekolah, peserta serta alumni program PPLP dan PPLM Provinsi Lampung.

    Kegiatan ditutup dengan dialog terbuka dan penyampaian berbagai tantangan di lapangan, sekaligus komitmen bersama untuk terus memperjuangkan kemajuan olahraga pelajar di Tanah Air. (Red)

  • Pj. Sekdaprov Terima Kunjungan Pengurus YPSK bersama ChildFund International

    LAMPUNG – Pj. Sekdaprov Lampung M. Firsada menerima kunjungan pengurus Yayasan Pembinaan Sosial Katolik (YPSK) bersama ChildFund International di Ruang Kerja Sekdaprov, Kompleks Kantor Gubernur, Bandarlampung, Kamis (22/05/2025).

    Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai program sosial untuk perlindungan anak, pemberdayaan pemuda, dan penguatan kohesi sosial di sejumlah wilayah Lampung.

    YPSK memaparkan sejumlah kegiatan, seperti pelatihan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), workshop pemuda, serta pesta budaya di desa-desa. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran sosial, memperkuat toleransi, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah kekerasan serta menjaga harmoni sosial di tingkat lokal.

    Pj. Sekdaprov M. Firsada menjelaskan dalam Pemerintahan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal terus dikuatkan kerja sama lintas sektor untuk membangun masyarakat yang inklusif, damai, dan tangguh.

    Menurutnya, Pemerintah Provinsi Lampung juga telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pedoman Rembug Desa dan Kelurahan dalam Pencegahan Konflik sebagai landasan hukum penyelesaian konflik secara partisipatif.

    Selain itu, Peraturan Gubernur Nomor 35 Tahun 2016 mengatur teknis pelaksanaan rembug tersebut. Dengan demikian, sinergi antara regulasi daerah dan inisiatif masyarakat seperti YPSK dan ChildFund mampu menciptakan lingkungan sosial yang aman, harmonis, dan berkelanjutan. (Red)

  • Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan Terima Audiensi Pengurus DPC APDESI

    Kalianda – Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar menerima audiensi dari jajaran Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPC APDESI) Kabupaten Lampung Selatan di Rumah Dinas Bupati, Kamis (22/5/2025).

    Audiensi ini turut dihadiri oleh Plt. Sekda Lamsel Dra. Intji Indriati, Kadis PMD Erdiansyah, Kaban Kesbangpol Martoni Sani, Staf Ahli Bupati Achmad Heri, Kabag Hukum Vedry Agung, Kepala Bappeda Arian Sahurian, dan Kadis Koperasi Aryantoni.

    Ketua DPC APDESI Lampung Selatan Muhammad Yani bersama jajaran pengurus serta perwakilan dari DPK APDESI tingkat kecamatan menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan audiensi tersebut.

    “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati yang telah meluangkan waktu untuk menerima kami. Ini bentuk atensi dan kepedulian beliau terhadap pemerintah desa,” ujar Yani.

    Ia menambahkan, audiensi ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan resmi yang telah diajukan sebelumnya, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi dengan jajaran Forkopimda Lampung Selatan.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Radityo Egi Pratama mengucapkan selamat atas terbentuknya DPC APDESI Lampung Selatan berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Dalam Negeri, sekaligus atas terpilihnya Muhammad Yani sebagai Ketua DPC.

    Sementara itu, Wakil Ketua DPC APDESI Evan Rastriandana menjelaskan bahwa tujuan utama audiensi adalah untuk menyampaikan program kerja APDESI yang bersinergi dengan visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

    “Kami menyampaikan kesiapan DPC APDESI untuk mendukung program-program prioritas Bupati, terutama dalam mempercepat pembangunan desa sebagai bagian integral dari pembangunan daerah,” ujar Evan.

    Ia juga menyebutkan bahwa dalam audiensi tersebut, pengurus DPC APDESI mengajukan permohonan agar Bupati bersedia menjadi Ketua Dewan Pembina organisasi.

    “Alhamdulillah, Bapak Bupati bersedia menjadi Ketua Dewan Pembina DPC APDESI dan juga menyatakan kesiapannya untuk menghadiri pelantikan pengurus dalam waktu dekat,” tambahnya.

    Bupati Egi dalam pesannya berharap APDESI dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah, berperan sebagai penyelaras kebijakan serta menjaga kekompakan dan komunikasi antar kepala desa dan pemangku kepentingan lainnya.

    “Kepala desa adalah ujung tombak pemerintahan di tingkat desa. Mereka harus menjadi perpanjangan tangan pemerintah daerah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Evan menyampaikan pesan Bupati.

    Audiensi ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa, guna mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Lampung Selatan.

  • Rapat Perdana Pengurus HIPMI Lampung Usai Pelantikan, Tekankan Sinergi dan Kolaborasi

    Bandar Lampung – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Lampung menggelar rapat pengurus lengkap perdana sejak pelantikan oleh Gubernur Lampung. Kegiatan berlangsung pada Rabu sore (21/5/2025) di El’s Coffee, Bandar Lampung.

    Rapat ini bertujuan mempererat silaturahmi antaranggota serta menjaga soliditas struktur organisasi agar setiap bidang dalam kepengurusan mampu bersinergi dan bekerja secara terpadu.

    Ketua Umum BPD HIPMI Lampung, Gilang Ramadhan, menyampaikan pentingnya membangun kedekatan antar pengurus lintas bidang.

    “Saya ucapkan selamat bergabung kepada seluruh pengurus. Mari kita saling mengenal, mempererat komunikasi dan hubungan antar bidang agar HIPMI Lampung terus aktif dan solid dalam menjalankan organisasi,” ujar Gilang dalam sambutannya.

    Lebih lanjut, Gilang menegaskan bahwa HIPMI Lampung akan segera bergerak merealisasikan program kerja dengan menggandeng instansi-instansi terkait di Provinsi Lampung.

    “Setiap bidang agar segera berkoordinasi dengan dinas-dinas sebagai mitra strategis dalam menjalankan programnya. Kolaborasi nyata akan menjadi kunci keberhasilan bersama,” tambahnya.

    Sementara itu, Sekretaris Umum BPD HIPMI Lampung, Muhammad Najib, menilai rapat pengurus ini sebagai langkah awal yang penting, terutama dalam membangun komunikasi lintas bidang serta memperkenalkan jajaran ketua bidang yang telah terbentuk dalam struktur organisasi.

    “Seperti arahan Ketua Umum, rapat ini adalah titik awal kolaborasi dan sinergitas antarpengurus. Diharapkan ke depan akan terbangun rasa kekeluargaan yang kuat dan komunikasi yang baik, demi tercapainya visi HIPMI Lampung,” ujar Najib.

    Rapat ini menjadi penanda awal pergerakan BPD HIPMI Lampung periode terbaru, dengan semangat baru dalam menciptakan organisasi yang aktif, solid, dan progresif.

    (Tim)

  • Implementasi MoU, Unila Sambut Rektor UMTE dalam Kunjungan Kerja Sama Internasional

    Kunjungan dipimpin langsung Rektor UMTE, Dr. Prof. Oleg Smeshko, didampingi Wakil Rektor Bidang Riset dan Urusan Internasional Dr. Prof. Anna Rumyantseva, dan disambut hangat jajaran pimpinan Unila, para wakil rektor, dekan, kepala lembaga, dan pejabat unit kerja lainnya.

    Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Unila dan UMTE yang dilaksanakan di St. Petersburg, 21 Juni 2023. MoU tersebut menjadi dasar bagi pengembangan berbagai inisiatif bersama, seperti program mobilitas mahasiswa dan dosen, riset kolaboratif, serta pertukaran praktik terbaik dalam tata kelola perguruan tinggi.

    Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., dalam sambutannya menegaskan pentingnya implementasi kerja sama yang konkret di berbagai bidang antara kedua institusi.

    “Universitas Lampung melihat kolaborasi ini sebagai peluang besar untuk merealisasikan kerja sama nyata di berbagai sektor, mulai dari pertukaran mahasiswa dan dosen, riset bersama, pengembangan kurikulum, hingga penguatan kapasitas kelembagaan. Kami percaya melalui langkah-langkah implementatif, kemitraan ini akan memberi dampak langsung bagi sivitas akademika”.

    Ia juga menambahkan, hingga saat ini sudah ada dua mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unila yang diberangkatkan ke UMTE dan dua mahasiswa ke RENEPA untuk mengikuti program mobilitas internasional selama enam bulan.

    Sebaliknya, Unila juga siap menerima mahasiswa dan staf dari UMTE dalam skema pertukaran dan kolaborasi jangka panjang.

    Sementara itu, Rektor UMTE, Dr. Prof. Oleg Smeshko menyampaikan, perguruan tinggi di Indonesia, khususnya Unila, merupakan mitra strategis dalam memperluas jejaring kerja sama global.

    “Kerja sama ini adalah bentuk nyata dari tindak lanjut MoU yang telah kami tanda tangani bersama Unila tahun lalu. Kami sangat menghargai semangat Unila dalam membangun kemitraan internasional yang produktif dan saling menguntungkan,” ujarnya.

    Usai penerimaan resmi di ruang sidang utama Rektorat, pimpinan UMTE melakukan kunjungan lapangan ke berbagai fasilitas unggulan kampus Unila. Rombongan meninjau perpustakaan pusat, embung Unila sebagai bagian dari infrastruktur hijau, laboratorium budidaya anggrek, serta rumah susun mahasiswa (rusunawa) yang diperuntukkan bagi mahasiswa asing.

    Kunjungan ditutup dengan kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unila, yang disampaikan Dr. Prof. Oleg Smeshko dan Dr. Prof. Anna Rumyantseva, membahas peran strategis pendidikan tinggi dalam memperkuat kerja sama global dan inovasi ekonomi.

    Kegiatan diharapkan dapat memperkuat hubungan kelembagaan antara UMTE dan Unila, serta membuka peluang kolaborasi jangka panjang dalam pendidikan, penelitian, dan pengembangan komunitas global.

  • Prodi S-1 Matematika FMIPA Gelar Asesmen Lapangan Akreditasi

    Kegiatan berlangsung di ruang sidang lantai dua Gedung Dekanat FMIPA Unila, Kamis, 22 Mei 2025, dan merupakan bagian dari proses asesmen Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSama).

    Kegiatan dibuka resmi Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., yang menyampaikan, asesmen lapangan dapat memberi masukan konstruktif sebagai bekal melakukan perbaikan berkelanjutan.

    “Kehadiran bapak-ibu asesor merupakan kehormatan sekaligus bagian dari upaya kami untuk memperoleh masukan konstruktif sebagai bekal perbaikan berkelanjutan guna menghasilkan lulusan yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing global,” tuturnya.

    Penyelenggara kegiatan turut menghadirkan Prof. Dr. Janson Naiborhu, S.Si., M.Si., dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Dr. Denny Riama Silaban, M.Kom., dari Universitas Indonesia (UI) selaku tim asesor LAMSama.

    Asesmen juga dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., Dekan dan para Wakil Dekan FMIPA, Ketua dan Wakil LPMM Unila, para Kepala UPA Unila, Kepala Jurusan Matematika, Sekretaris Jurusan Matematika, para Dosen Matematika, Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha FMIPA Unila, serta Tim Pendamping Akreditasi.

    Dengan asesmen lapangan diharapkan Prodi S-1 Matematika Unila dapat meraih akreditasi unggul dan terus meningkatkan kualitas pendidikan guna menghasilkan lulusan unggul dan siap bersaing di dunia profesional.