Kategori: Pendidikan

  • Unila Tutup Pelatihan Bahasa Asing untuk Pekerja Migran

    Lampung – Universitas Lampung (Unila) melalui Unit Penunjang Akademik (UPA) Bahasa, bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung dan LPK LN Bintang Indo Corpora, menggelar penutupan kegiatan pelatihan bahasa Inggris, Cantonese, dan Mandarin.

    Program ini berlangsung dalam rangka meningkatkan kapasitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Program ABT Tahun 2025. Acara berlangsung pada hari Jumat, 21 November 2025, di ruang pertemuan LPK LN Bintang Indo Corpora, Lampung Selatan.

    Kegiatan penutupan dihadiri Kepala BP3MI Lampung, Ahmad Fauzi, yang menandai selesainya pelatihan. Turut hadir Drs. Mahpul, M.A., Ph.D., selaku Kepala UPA Bahasa Universitas Lampung, dan Dian Wijayanti, S.E., Ketua LPK LN Bintang Indo Corpora, sebagai mitra kolaborasi. Ketiganya menyampaikan materi penutupan dan refleksi atas capaian program.

    Ahmad Fauzi menegaskan, pelatihan ini sangat strategis karena membekali calon pekerja migran dengan keterampilan bahasa penting untuk beradaptasi di negara tujuan kerja seperti Hong Kong, Taiwan, dan Singapura. Ia menyatakan, kemampuan bahasa asing menjadi fondasi agar PMI lebih aman dan kompetitif di luar negeri.

    Mahpul menjelaskan, materi pelatihan dirancang sesuai tingkat kebutuhan peserta, baik pemula maupun yang sudah memiliki dasar bahasa. Modul dibuat berbasis keterampilan (skill-based) agar peserta dapat langsung menerapkan kemampuan bahasa dalam situasi kerja nyata.

    Dian Wijayanti menyoroti metode belajar yang diterapkan LPK LN Bintang Indo Corpora: interaksi tatap muka dan daring, penggunaan media audio-visual, serta penilaian modul demi modul untuk memastikan peningkatan kompetensi peserta. Pelatihan ini juga dievaluasi secara menyeluruh untuk mendukung keberlanjutan program ke depannya.

    Rangkaian pelatihan selama lebih dari satu bulan ini diharapkan meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa asing PMI sekaligus memperkuat sinergi antara Unila, BP3MI, dan lembaga pelatihan bagi pemberdayaan sumber daya manusia.

    Program ini menjadi wujud nyata dukungan universitas dalam menyiapkan PMI yang kompeten dan siap bersaing di panggung global.

  • Prodi Kimia FKIP Gelar Workshop FABLAB-Based Innovation in 3D Learning Media

    Lampung – Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan Workshop on FABLAB-Based Innovation in 3D Learning Media secara hybrid, pada Kamis, 20 November 2025.

    Kegiatan ini dibuka secara resmi Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi (PKSI), Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., yang juga dihadiri sejumlah narasumber antara lain Prof. Wonkoo Lee selaku Director of the LUPIC Program dari Sogang University, Prof. Asep Kadarohman selaku Coordinator of the LUPIC Program dari Universitas Pendidikan Indonesia, serta Triannisa, S.Pd., M.Si. dari UPI Bandung sebagai fasilitator workshop.

    Prof. Ayi dalam workshop yang digelar ini menegaskan urgensi pemanfaatan teknologi FABLAB, pencetakan 3D, serta digital fabrication dalam praktik pembelajaran Kimia di Lampung.

    Workshop ini menjadi langkah strategis FKIP Unila dalam memperkuat penerapan teknologi pembelajaran serta mendorong kolaborasi nasional dan internasional demi peningkatan kualitas pendidikan.

    Menurutnya, integrasi berbagai teknologi tersebut membuka peluang besar bagi guru untuk mengembangkan media pembelajaran yang lebih kreatif, visual, dan interaktif. Hal ini sejalan dengan tuntutan pendidikan masa kini, di mana inovasi dan literasi teknologi menjadi aspek yang sangat penting.

    “Integrasi teknologi FABLAB, 3D printing, dan digital fabrication ke dalam praktik pembelajaran memberikan peluang menjanjikan bagi para guru untuk menghadirkan media belajar yang inovatif,” ujarnya.

    Prof. Ayi menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menginspirasi para guru Kimia untuk menghadirkan perubahan bermakna di ruang kelas.

    Ia berharap workshop ini dapat memunculkan ide-ide baru dan membawa transformasi nyata dalam proses belajar mengajar serta semangat dan dedikasi untuk berperan dalam membentuk generasi ilmuwan dan inovator masa depan.

    “Semoga kolaborasi dari berbagai pihak ini terus berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi dunia pendidikan di Indonesia,” pungkasnya.

    Dalam sesi penyampaian materi, Prof. Wonkoo Lee menuturkan program inovasi pusat komunitas yang dibangun melalui kolaborasi ini diharapkan dapat memberi manfaat luas dan berkelanjutan.

    Ia menyampaikan, Community Center Innovation Programs yang dibangun diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi perguruan tinggi, tetapi juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan yang berkelanjutan, berbagi sumber daya, serta memperkuat komitmen bersama untuk tumbuh dan berkembang.

    Melalui pelaksanaan workshop, ia berharap mahasiswa terdorong menjadi pencipta, pemecah masalah, dan inovator yang bertanggung jawab.

    “Ketika perguruan terhubung, mahasiswa kita menjadi lebih kuat, penelitian kita menjadi lebih bermakna, dan komunitas kita menjadi lebih tangguh,” ungkapnya.

    Prof. Lee menyampaikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Unila dalam menyediakan fasilitas dan ruang belajar yang lebih luas bagi mahasiswa. Ia menyatakan upaya tersebut menunjukkan dedikasi yang kuat dalam memperkuat kualitas pendidikan.

    “Kami sangat mengapresiasi para penyelenggara atas dedikasi dalam membangun fasilitas seperti ini dan atas komitmen untuk memperluas kesempatan bagi mahasiswa. Hal ini sungguh inspiratif,” ujar Prof. Lee.

    Ia juga menekankan, kolaborasi antara OKHE dan OLILA membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan prototipe yang dapat menjawab berbagai permasalahan nyata di kawasan Asia Tenggara.

    Menurutnya, pengalaman ini akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam penyelesaian isu-isu global.

  • Rektor Hadiri Uji Publik Keterbukaan Informasi Publik oleh KIP

    Lampung – Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., hadir dalam kegiatan Uji Publik sebagai bagian dari tahapan penilaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik yang diselenggarakan Komisi Informasi Pusat (KIP) di hadapan Komisioner KIP.

    Kegiatan berlangsung pada Selasa, 18 November 2025 di Ruang Inovasi, Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta.

    Rektor pada agenda tersebut didampingi Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Humas (BPKHM), Dr. Budi Sutomo, S.Si., M.Si., serta tim Humas dan PPID Unila.

    Sebelum memasuki ruang presentasi, Rektor Unila menyampaikan optimismenya terhadap hasil uji publik tahun ini.

    “Hari ini saya bersama Pak WR IV, Kepala BPKHM, dan tim Humas PPID Unila berada di Hotel Grand Mercure Kemayoran. Kita sebentar lagi akan mengikuti uji publik terkait keterbukaan informasi publik di Unila. Doakan ya, semoga kembali meraih juara seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

    Rektor dalam sesi pemaparan menyampaikan berbagai capaian serta langkah strategis Unila dalam mengoptimalkan layanan informasi publik.

    Ia menekankan, Unila terus mengembangkan ekosistem pelayanan informasi yang modern, adaptif, dan mudah diakses, terutama melalui penguatan peran PPID, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan kualitas dokumentasi dan diseminasi informasi.

    Tim evaluator dari Komisi Informasi Pusat memberikan berbagai pertanyaan pendalaman terkait kebijakan, inovasi, dan implementasi standar layanan keterbukaan informasi di Unila.

    Partisipasi Unila dalam uji publik ini merupakan upaya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola informasi, memperluas aksesibilitas layanan, serta menjaga konsistensi dalam menyediakan informasi yang akurat, cepat, dan relevan bagi masyarakat.

    Melalui langkah ini, Unila menargetkan kinerja keterbukaan informasi yang semakin baik dan berkelanjutan.

  • Unila Gelar Workshop Implementasi Balanced Scorecard Perkuat Sistem Perencanaan

    Lampung – Universitas Lampung (Unila) melalui bidang perencanaan menyelenggarakan workshop Implementasi Balanced Scorecard (BSC) dalam Sistem Perencanaan Unila, pada Senin, 17 November 2025, bertempat di lantai empat Gedung Rektorat kampus setempat.

    Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola perencanaan strategis universitas, seiring dengan diterapkannya BSC dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Unila 2025–2029.

    Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi (PKSI), Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., saat membuka kegiatan menyampaikan Unila sedang memasuki fase strategis dalam siklus perencanaannya.

    Ia menjelaskan, Renstra terbaru telah mengadopsi pendekatan balanced scorecard dan key performance indicators (KPI) sebagai metode utama pengelolaan strategi.

    Dengan demikian, seluruh unit kerja baik fakultas, biro, lembaga, maupun Unit Penunjang Akademik (UPA) dituntut untuk menyelaraskan visi, misi, nilai, dan sasaran strategisnya dengan arah kebijakan Unila.

    Menurutnya, BSC bukan sekadar alat pelaporan, tetapi instrumen manajemen strategis yang mendorong transformasi berkelanjutan sebagaimana telah banyak diterapkan institusi besar di tingkat nasional maupun internasional.

    Prof. Ayi dalam sambutannya menekankan pentingnya memastikan strategic focus, critical success factors, peta strategis, serta indikator kinerja di tingkat unit selaras dengan sasaran strategis Unila.

    Keselarasan atau alignment tersebut menjadi kunci agar kebijakan universitas dapat diturunkan secara konsisten hingga level operasional, mulai dari penyusunan program, rencana kerja dan anggaran tahunan, hingga kontrak kinerja pada seluruh level organisasi.

    Ia menambahkan, berbagai kegagalan kinerja sering kali bukan disebabkan kurangnya strategi, melainkan lemahnya internalisasi, ketidaktepatan indikator, serta minimnya mekanisme monitoring dan evaluasi.

    Karena itu, workshop ini digelar untuk meningkatkan kapasitas unit dalam memetakan perspektif strategis, mengidentifikasi risiko, menyusun indikator kinerja kegiatan, serta menurunkan KPI universitas menjadi KPI unit yang relevan, terukur, dan realistis.

    Prof. Ayi berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh peserta untuk memperkuat tata kelola perencanaan Unila. Ia menegaskan, BSC tidak akan memberikan dampak signifikan tanpa komitmen bersama untuk menjalankannya secara konsisten dan berkelanjutan.

    “Strategi hanya akan menjadi dokumen apabila tidak diturunkan dalam tindakan nyata,” ujarnya.

    Dengan semangat continuous improvement, ia mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi, berinovasi, serta bersungguh-sungguh dalam membangun Unila agar semakin kompetitif, adaptif, dan berdampak.

    Kegiatan ini dihadiri para dekan dan wakil dekan di lingkungan Unila, perwakilan ketua lembaga, kepala unit penunjang akademik, serta tim perencanaan di tingkat universitas dan fakultas.

    Seluruh peserta diharapkan mampu menerapkan hasil workshop ini dalam penguatan sistem perencanaan menuju Unila yang berkelas dunia, unggul, dan berkelanjutan.

  • Pascasarjana Gelar Asesmen Lapangan Reakreditasi Prodi S-2 MIP3M

    Lampung – Program Pascasarjana Universitas Lampung (Unila) menggelar Asesmen Lapangan (AL) Reakreditasi Program Studi S-2 Magister Ilmu Penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat (MIP3M), pada Senin, 17 November 2025, di ruang sidang lantai satu, Gedung Pascasarjana Unila.

    Kegiatan merupakan bagian dari proses penilaian akreditasi yang dilakukan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sebagai upaya peningkatan mutu dan pengakuan terhadap kualitas pendidikan tinggi.

    Hadir secara langsung dalam kegiatan ini para asesor BAN-PT, yakni Prof. Dr. Siti Nurbayani K., M.Si. dari Universitas Pendidikan Indonesia selaku Asesor 1 dan Dr. Tyas Retno Wulan, S.Sos., M.Si. dari Universitas Jenderal Soedirman selaku Asesor 2 didampingi Staf BAN-PT Jakarta Elok Roslita Sari.

    Dari Unila, acara dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi (PKSI) Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., Direktur Program Pascasarjana beserta jajaran, Kepala LPMPP, perwakilan Kepala LPPM, para Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA), Koordinator Prodi S-2 MIP3M serta Koordinator Prodi S-2/S-3 Multidisiplin, para dosen, mahasiswa, alumni, serta tenaga kependidikan program Pascasarjana.

    Prof. Dr. Ayi Ahadiat dalam sambutannya menegaskan komitmen kuat pimpinan dan seluruh warga Unila dalam penjaminan mutu pendidikan.

    Ia menyoroti sejumlah langkah strategis yang terus dilakukan, mulai dari kehadiran aktif pimpinan dalam seluruh tahapan akreditasi, pemberian penghargaan atas capaian akreditasi nasional dan internasional, hingga keterlibatan komprehensif seluruh elemen perguruan tinggi dalam peningkatan mutu.

    Ia juga menyampaikan berbagai upaya seperti konsultasi dengan kementerian terkait penjaminan mutu, sinergi dan revitalisasi sarana dan prasarana menjadi bagian penting dalam mendukung mutu pendidikan.

    Prof. Ayi berharap kegiatan asesmen lapangan ini berjalan lancar dan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai kinerja Unila, khususnya Prodi S2 MIP3M.

    Ia menegaskan, hasil asesmen ini akan menjadi dasar penting bagi Unila dalam memperkuat komitmen peningkatan serta penjaminan mutu di tingkat program studi maupun perguruan tinggi secara keseluruhan.

  • Cindi Ratna Putri, Lulusan Terbaik Magister Pendidikan Fisika Unila Periode II 2025

    Lampung – Cindy Ratna Putri, mahasiswi Program Studi Magister Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila), meraih predikat lulusan terbaik kesatu program pascasarjana, pada wisuda periode II tahun akademik 2025/2026.

    Ia berhasil menyelesaikan studi hanya dalam waktu 1,9 tahun dengan total skor 320 dan predikat Pujian.

    Inovasi risetnya tertuang dalam tesis berjudul “Pengembangan Modul Pembelajaran Energi Terbarukan Berbasis Ethnoscience Bio-CSB (Conch Shell Battery) dalam Pembelajaran STEM-PJBL untuk Melatih Creative Thinking Skill dan Entrepreneurial Skill,”, melalui riset, ini Cindi ingin meneliti potensi lain dari limbah kerang.

    Ia tertarik mencari tahu apakah limbah tersebut dapat dimanfaatkan lebih jauh, bukan hanya sebagai hiasan atau pupuk seperti yang biasa dilakukan masyarakat pesisir.

    Cindi memilih FKIP Unila untuk melanjutkan studinya karena sebagai guru fisika, ia merasa lingkungan akademik tersebut memberi ruang dan kesempatan untuk memperdalam teori fisika dan mengembangkan.

    Dalam perjalanan studinya, Cindi mengaku tidak pernah menargetkan diri menjadi wisudawan terbaik.

    Ia hanya berusaha bekerja keras dan tidak menyerah terhadap proses penelitian yang dijalaninya sehingga berhasil menyelesaikan studi selama kurang lebih 1,9 tahun didukung bimbingan dosen dan orang-orang terdekat.

    “Saya hanya bertekad penelitian ini bisa selesai dengan baik dan tepat waktu. Alhamdulillah ternyata dari proses sederhana itu Allah hadiahkan hasil yang lebih besar dari yang saya bayangkan,” ungkapnya.

    Tantangan terbesar yang Cindi hadapi selama studi adalah membagi waktu antara mengajar di sekolah, kuliah, penelitian, dan bimbingan. Untuk mengatasinya, ia selalu disiplin menjadwalkan setiap hal yang harus dikerjakan serta menyelesaikan tugas-tugas kecil di waktu luang.

    Setelah meraih gelar magister, Cindi berencana untuk fokus mengimplementasikan ilmu yang telah didapat, serta memperbaiki cara mengajar. Ia siap mengambil kesempatan untuk berkembang lebih jauh di masa depan.

    Cindi juga menyampaikan pesan inspiratif bagi mahasiswa lainnya. “Jangan takut revisi, jangan malu bertanya, dan jangan bandingkan prosesmu dengan orang lain. Tetap konsisten, jaga niat, dan percaya kalau usaha kecil yang terus dilakukan akan membawa kamu ke hasil yang besar.”

  • Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja Pemprov Lampung Tandatangani Komitmen Bersama Program Corporate Goes to School dengan Forum CSR Lampung di SMKN 1 Natar

    Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja Pemprov Lampung Tandatangani Komitmen Bersama Program Corporate Goes to School dengan Forum CSR Lampung di SMKN 1 Natar

    LAMPUNG –.Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha, Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung secara resmi menandatangani naskah Komitmen
    Bersama dengan Forum CSR Lampung untuk pelaksanaan program Corporate Goes to School.

    Penandatanganan berlangsung di SMKN 1 Natar, Kabupaten Lampung Selatan, dan dihadiri oleh perwakilan Bappeda Provinsi Lampung, jajaran perusahaan anggota dan partisipan Forum CSR, serta para kepala sekolah SMK dan SLB dari seluruh Provinsi Lampung.

    Menjawab Tantangan Kompetensi Lulusan SMK

    Program Corporate Goes to School merupakan inisiatif strategis yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan kompetensi antara lulusan SMK dan kebutuhan industri. Forum CSR Lampung menggagas program ini sebagai bentuk kontribusi dunia usaha dalam
    peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Provinsi Lampung.

    Program ini dilatarbelakangi oleh data bahwa lulusan SMK masih menghadapi kesulitan dalam memasuki dunia kerja. Kondisi ini antara lain disebabkan adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, serta minimnya jiwa kewirausahaan untuk
    membangun usaha mandiri.

    Melalui inisiatif Corporate Goes to School, pelaku usaha hadir langsung di lingkungan sekolah untuk memberikan wawasan praktis, pengetahuan terkini, serta pembekalan karakter dan semangat entrepreneurship kepada para siswa.

    Kolaborasi ini bertujuan memberi masukan
    perbaikan kurikulum dan dengan pendekatan langsung dengan dunia kerja, diharapkan lulusan SMK tidak hanya siap masuk industri, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru
    dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

    Sejalan dengan Prioritas Pembangunan Daerah

    Program ini juga sejalan dengan kebijakan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang menetapkan peningkatan kualitas SDM sebagai salah satu program prioritas pembangunan
    daerah. SMKN 1 Natar sendiri merupakan salah satu sekolah yang dinilai perlu mendapat dukungan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan sehingga masuk dalam shopping list program kolaborasi dunia usaha dan Pemerintah Daerah Lampung.

    Tiga Pilar Program

    Program ini dijalankan melalui tiga kegiatan utama: berbagi pengetahuan, pelatihan dan perekrutan, dukungan infrastruktur. Pada aspek dukungan infrastruktur, perusahaan peserta
    dimungkinkan memberikan bantuan fasilitas belajar dan perbaikan sarana sekolah sesuai kapabilitas masing-masing, sebagai bentuk komitmen jangka panjang terhadap penguatan ekosistem pendidikan vokasi.

    Komitmen Para Pihak

    Ketua Forum CSR Lampung, Veronika Saptarini, menyampaikan:
    “Melalui Corporate Goes to School, kami ingin menitipkan masa depan dunia usaha ke sekolah. Ini adalah bentuk investasi untuk memastikan ketersediaan SDM yang berkualitas untuk Perusahaan, khususnya dari lulusan SMK dan calon entrepreneurs masa depan.

    Ketersediaan tenaga kerja berkualitas akan memudahkan proses rekrutmen, meningkatkan efisiensi industri, dan memperkuat daya saing bisnis. SDM unggul juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat, sehingga
    juga akan meningkatkan daya beli terhadap produk-produk perusahaan.

    Saat ini, Forum CSR Lampung beranggotakan sekitar 40 perusahaan swasta dan BUMN, dan program ini telah diikuti oleh sekitar 25 perusahaan. Masih sangat sedikit dibandingkan jumlah
    perusahaan yang ada di Lampung. Namun kami percaya banyak perusahaan di Lampung yang telah menjalankan CSR, hanya informasi atau laporannya tidak tersampaikan. Dengan bergabung di FCL informasi pelaksanaan program akan lebih tersampaikan ke para pemangku kepentingan.

    Ketua Pusat Studi CSR Universitas Bandar Lampung ini menyampaikan pula, melaksanakan CSR atau tanggungjawab sosial dan lingkungan, itu adalah kebutuhan pelaku usaha. CSR
    akan memperkuat hubungan perusahaan dengan komunitas dan pemerintah, Selain itu CSR saat ini makin berpengaruh dalam meningkatkan daya saing bisnis, mendukung keberlanjutan jangka panjang, membuka peluang kemitraan dan pasar, dan akhirnya meningkatkan reputasi dan citra.

    Calon karyawan dan karyawan juga lebih bangga bekerja di perusahaan yang
    melaksanakan tanggungjawab sosial dan perusahaan.

    Karena program ini memberikan manfaat langsung bagi dunia usaha, maka seharusnya lebih banyak perusahaan yang dapat bergabung. Tidak ada kata besar atau terlalu kecil, semua dukungan berarti. Dalam Program Corporate Goes to School ini contohnya, berbagi
    pengetahuan dan keahlian saja sudah sangat membantu SMK dan SLB. Dengan bergotong royong, kontribusi tidak akan terasa berat dan manfaatnya akan jauh lebih besar.

    Saptarini menyampaikan apresiasi atas inisiatif sejumlah perusahaan diwilayah Lampung Selatan, khususnya Natar yang dalam kegiatan itu menyampaikan komitmen spontan untuk membantu perbaikan fisik sekolah. Diawali Konverta Mitra Abadi, Keong Nusantara Abadi, Natar Gerbang Angkasa, Hotel Bandara Syariah, dan Lambang Jaya menyatakan kesediaannya
    untuk bersama-sama ikut mendukung perbaikan atap dan ruangan SMKN 1 Natar yang mengalami kerusakan.

    Dukungan ini menjadi bagian dari semangat gotong royong dunia usaha
    dalam memperkuat kualitas lingkungan belajar bagi siswa SMK.

    Harapannya, inisiatif sinergi ini bisa menjadi contoh agar perusahaan lain. Sinergi CSR ini bisa dengan beragam bentuk tergantung perusahaan. Ada yang mendasarkan kewilayahan, ada yang
    mendasarkan pada bidang usaha dan ada yang fokus pada dampak usaha. Rini mempersilahkan perusahaan memilih sesuai strategi masing-masing.

    Tidak ada hambatan dalam penyampaian
    dukungan apapun karena, Pihak Perusahaan akan langsung berhubungan dengan Pihak
    Sekolah. FCL hanya memfasilitasi informasi dan pelaporan. Jadi tidak ada kekuatiran penyalahgunaan program pungkas Rini.

    Sejalan dengan penjelasan itu Ryan Gustriandha, sebagai Perwakilan dari PT PGE Tbk. Ulubelu juga menyatakan kesiapan untuk membantu sekolah yang berada di sekitar wilayah kerja terdampak sejalan dengan program CSR Perusahaannya. Sementara Dony Ronaldo dari Tunas Dwipa Motor menyatakan kesiapan untuk membantu SMK melalui Program Keahlian Teknik Sepeda Motor Honda bagi SMK di wilayah Provinsi Lampung yang memiliki Jurusan
    Teknik Sepeda Motor. ”

    Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menegaskan bahwa program ini dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi secara efektif. Selain SMK juga
    perlu mendapat pehatian untuk SDM disabilitas. Thomas meminta agar Kepala Sekolah SLB juga membantu memikirkan agar segera terwujud universitas untuk para penyandang disabilitas.

    Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Agus Nompitu, menyatakan:
    “Program ini sangat relevan dengan upaya pemerintah dalam menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Sepanjang Agustus 2024-Agustus 2025, terjadi penyerapan tenaga kerja sebanyak 65,79 ribu orang. Namun masih ada tantangan, angka pengangguran per Agustus 2025 masih ada 4,21 persen.

    Dengan jumlah perusahaan mencapai
    sekitar 4.000, termasuk lebih dari 300 perusahaan besar, potensi kolaborasi sangat besar untuk memperluas akses kerja dan memperkuat ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif.”

    Perusahaan yang Hadir

    Peluncuran program ini dihadiri oleh anggota dan partisipan Forum CSR Lampung, antara lain: Bukit Asam Unit Pelabuhan Tarahan, Etos Indonusa, Keong Nusantara Abadi, Konverta Mitra Abadi, Lambang Jaya, Natar Gerbang Angkasa, Pertamina Geothermal Energy Ulubelu,
    Semen Merah Putih, TDM Honda, United Tractors, LP3i Lampung. Selain industri dan manufactur, dibidang jasa, pariwisata, rumahsakit, perhotelan juga hadir : Adiyatama Lampung, Hotel Bandara Syariah, Langit Sapta, Rumah Sakit Advent Bandar Lampung, Rumah Inspirasi Sahabat Gajah, Yussy Akmal.

    Penutup
    Penandatanganan Komitmen Bersama antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan institusi pendidikan ini untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang relevan, adaptif, dan berdaya
    saing. Para Pihak berharap program ini dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan SDM dan penyerapan SDM dalam dunia kerja di Provinsi Lampung. Bagi Perusahaan yang membutuhkan informasi tentang program ini dapat menghubungi Sekretariat
    FCL Rafli Pramudya di nomer telpon 081272861089 atau Tim Fasilitasi CSR di Bappeda Provinsi Lampung, Naomi 0811725383

  • Inovasi Jadi Kunci Daya Saing Bangsa, Unila Dorong Komersialisasi Hasil Riset

    Lampung – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung (Unila) secara resmi membuka semnas ‘Karya Inovasi Ciptaan Unggulan’ (Sekincau) yang berfokus pada inovasi dalam pengabdian kepada masyarakat.

    Kegiatan berlangsung di ruang sidang utama lantai dua Rektorat Unila, Jumat, 14 November 2025.

    Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) ini diikuti 107 peserta, dan dibuka secara resmi Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Unila, Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., yang mewakili Rektor Unila.

    Seminar Sekincau berfokus pada inovasi dalam pengabdian kepada masyarakat dengan beragam tema, seperti pangan berkelanjutan, energi baru terbarukan, kesehatan, dan transformasi digital.

    Narasumber utama yang hadir adalah Prof. Dr. Meutia, S.E., M.P., dari Universitas Ageng Tirtayasa, dan Prof.Dr. Dyah Indriana Kusumastuti, S.T, M.Sc., dari Unila.

    Dr. Habibullah Jimad, dalam sambutan sekaligus pembukaan acara menekankan peran krusial inovasi dalam meningkatkan daya saing nasional dan pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan visi Unila Berdampak.

    Ia juga menyoroti tantangan besar dalam mengomersialisasikan hasil riset dan paten menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

    Struktur pendapatan Unila yang masih 90% bergantung pada Uang Kuliah Tunggal (UKT) mendorong kebutuhan untuk mencari sumber pendapatan non-konvensional, salah satunya melalui komersialisasi hasil penelitian

    “Saya selalu bilang ada tiga target yang harus kita lakukan. Yang pertama bagaimana kita meningkatkan pendapatan kita. Kemudian bagaimana kita meningkatkan kualitas kita, dan yang paling penting terakhir ini meningkatkan kesejahteraan baik dosen maupun tenaga kependidikan,” ujarnya.

    Melalui Seminar Sekincau, diharapkan dapat menjadi momentum yang kuat untuk mendorong Unila menghasilkan lebih banyak karya inovatif yang bermanfaat bagi negeri.

    Selain itu, kegiatan diharapkan menjadi bukti komitmen dan kontribusi seluruh peserta serta sivitas akademika dalam membangun institusi, dan menjadi awalan yang baik bagi Unila menuju masa depan yang lebih maju dan terdepan.

  • Unila Gelar Lokakarya Pengembangan Optimalisasi Pendapatan Non-Akademik

    Lampung – Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri (PR-PTN) Universitas Lampung (Unila) menggelar Lokakarya Pengembangan Optimalisasi Pendapatan Non-Akademik pada Kamis, 13 November 2025, di Aula Gedung A Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila.

    Kegiatan dibuka resmi Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., yang hadir mewakili Rektor.

    Dr. Habibullah Jimad dalam sambutannya menyampaikan, lokakarya ini menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan di Unila untuk duduk bersama merumuskan langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi pendapatan non akademik.

    Ia juga menekankan pentingnya identifikasi potensi aset dan layanan yang dimiliki setiap unit kerja agar dapat dioptimalkan secara profesional dan berkelanjutan.

    Penyelenggara lokakarya ini menghadirkan dua narasumber dari Lembaga Pengembangan dan Pengelolaan Teknologi (LPPT) Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Prof. Dr. Eng Yusril Yusuf, S.Si., M.Si., M.Eng., selaku Kepala LPPT UGM, yang memaparkan materi bertajuk “Optimalisasi Pendapatan Non Akademik: Laboratorium”, serta Sumadi, S.Kom., staf LPPT UGM, yang memberikan bimbingan teknis aplikasi marketplace untuk mendukung tata kelola bisnis unit non akademik di perguruan tinggi.

    Prof. Yusril dalam sesi pertama menekankan pentingnya peran laboratorium sebagai sumber pendapatan potensial bagi perguruan tinggi.

    Menurutnya, laboratorium tidak hanya berfungsi sebagai sarana akademik, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi unit layanan profesional yang menawarkan jasa pengujian, pelatihan, maupun riset terapan yang bernilai ekonomi.

    Prof. Yusril juga membagikan praktik baik pengelolaan laboratorium di UGM yang sudah berhasil beroperasi dengan prinsip akuntabilitas, efisiensi, dan keberlanjutan.

    Sementara itu, Sumadi memperkenalkan konsep digitalisasi layanan non akademik melalui platform marketplace yang memudahkan pengelolaan transaksi dan promosi jasa universitas.

    Aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas dan akses pasar terhadap berbagai produk serta layanan yang dimiliki Unila, sekaligus memperkuat tata kelola keuangan yang transparan dan terintegrasi.

    Kegiatan turut dihadiri Kepala PR PTN, Prof. Dr. Mahrinasari, M.S., S.E., M.Sc., para dekan, para wakil dekan, para Kepala Unit Penunjang Akademik, serta para kepala laboratorium di lingkungan Unila.

    Melalui kegiatan ini, PR-PTN Unila berharap dapat mendorong terbentuknya skema bisnis yang akuntabel, profesional, dan menarik bagi pasar, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas unit dalam upaya peningkatan kemandirian keuangan universitas.

  • Unila Terbaik Tiga AMH 2025, Ungguli UGM dan IPB

    Lampung – Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Lampung (Unila) atas prestasinya meraih Terbaik Ketiga Nasional kategori Siaran Pers dalam ajang Anugerah Media Humas (AMH) 2025.

    “Selamat kepada Universitas Lampung atas prestasinya, semoga dapat menginspirasi perguruan tinggi lainnya,” ujar Meutya Hafid disela-sela acara malam puncak AMH 2025, di Ballroom Hotel Borobudur Jakarta, Rabu malam, 12 November 2025.

    Menurut Meutya, pencapaian tersebut menunjukkan semangat kolaborasi dan inovasi komunikasi publik telah tumbuh kuat di berbagai lini pemerintahan, termasuk di lingkungan perguruan tinggi.

    Ia menegaskan, humas pemerintah kini memiliki peran strategis bukan hanya dalam menyebarkan informasi, tetapi juga dalam membangun narasi yang substansial, kontekstual, dan mampu menggerakkan publik.

    “Tema yang kita usung malam ini, ‘Kolaborasi Humas Satu Suara untuk Indonesia Maju’, sangat relevan dengan situasi yang kita hadapi saat ini. Konsep satu suara bukan berarti menyeragamkan pesan, tetapi menyamakan irama komunikasi agar pembangunan nasional dapat tersampaikan dengan efektif dan mudah dipahami oleh masyarakat,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Menteri Meutya menekankan pentingnya sinergi antarhumas pemerintah untuk menjaga kredibilitas, transparansi, dan keakuratan informasi, terutama di tengah derasnya arus berita dan opini di era digital.

    Sementara itu, Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM, ASEAN Eng., menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Ia menilai capaian ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Unila dalam memperkuat fungsi komunikasi publik dan memperluas jangkauan informasi positif tentang kontribusi kampus bagi masyarakat.

    “Universitas Lampung merasa bangga dan bersyukur karena untuk pertama kalinya ikut berpartisipasi dalam ajang Anugerah Media Humas, dan alhamdulillah berhasil meraih terbaik ketiga nasional pada kategori siaran pers,” ujar Prof. Lusmeilia.

    Rektor juga mengapresiasi pesan Menteri Meutya Hafid tentang pentingnya menyatukan irama komunikasi publik antarinstansi.

    “Seperti yang disampaikan Ibu Menteri, kekuatan satu suara bukan berarti menyeragamkan pesan, melainkan menyatukan irama komunikasi agar pembangunan nasional dapat berjalan selaras, efektif, dan mudah dipahami oleh publik,” tambahnya.

    Ia menegaskan, Unila akan terus memperkuat sinergi, kolaborasi, dan inovasi dalam komunikasi publik, serta menjadi bagian dari gerakan bersama seluruh instansi pemerintah untuk menyuarakan pesan yang seirama demi terwujudnya Indonesia yang maju dan berdaya saing.

    Anugerah Media Humas 2025 diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dengan tema “Kolaborasi Humas Satu Suara untuk Indonesia Maju.”

    Ajang ini merupakan bentuk apresiasi kepada unit humas kementerian, lembaga, dan perguruan tinggi yang berhasil menunjukkan kinerja komunikasi publik terbaik di tingkat nasional.